Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Ketua Lembaga Dakwah PBNU: Sertifikasi Penceramah Harus Memerhatikan Kesejahteraan Dai

Jakarta, Dakwah NU
Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH. Agus Salim HS memberikan tanggapannya soal sertifikasi penceramah yang menjadi ramai diperbincangkan di jagad maya. Menurutnya sertifikasi penceramah harus dapat bermanfaat untuk para dai dan juga umat.

Sebelumnya, sejumlah nama memberikan respon yang dinilai berlebihan terhadap program sertifikasi penceramah yang dicanangkan pemerintah RI. Sebagai garda terdepan dakwah NU, KH. Agus Salim HS memberikan pandangan dan tanggapan serta arahannya soal program tersebut.

Baca juga : Ramai Sertifikasi Penceramah, KH. Agus Salim HS: Ethos Santri Harus Dimiliki Dai

“Sertifikasi harus memberikan dampak kebermanfaatan untuk kesejahteraan para dai, para dai perlu dimerdekakan. Sebab program sertifikasi dai itu dari kemenag, dan kemenag dari pemerintah. Sudah seharusnya pemerintah memberikan kebermanfaatan dan kesejahteraan bagi para dai dan umat,” tutur KH. Agus Salim HS saat diwawancari tim dakwahnu, Rabu (9/9) siang.

Lebih lanjut, Kiai Agus menambahkan bahwa sertifikasi penceramah harus memiliki semangat dakwah yang positif, artinya harus memiliki tujuan dan metode sesuai dakwah yang diajarkan Rasulullah Saw. Apabila sertifikasi memuat tujuan dan metode dakwah Rasululllah, maka pemerintah harus mendukung upaya tersebut.

“Sertifikasi penceramah harus memiliki semangat dakwah yang ramah, dakwah rahmatan lil alamin, dakwah yang berwawasan kebangsaan dan memang negara wajib hadir untuk semangat ini,” ujarnya menerangkan.

Selain memberikan tanggapannya tentang sertifikasi penceramah, Abi-panggilan akrab Kiai Agus Salim menyarankan kepada pemerintah RI yang telah mencanangkan program tersebut untuk melibatkan dan mendudukan seluruh ormas Islam untuk memaksimalkan sertifikasi penceramah tersebut.

“Rencana program sertifikasi penceramah sebaiknya pemerintah mendudukan seluruh ormas ormas Islam untuk menyamaratakan standarisasi, sehingga tidak akan ada kesalah pahaman,” ungkapnya memberikan arahan.

Menurut Pengasuh Yayasan Manbaul Hikmah ini, Standarisasi yang ideal adalah standarisasi Nahdlatul Ulama, karena dengan Akhlak dan punya rujukan sanad keilmuan yang sampai ke Rasulullah Saw. Abi juga menyampaikan bahwa sertifikasi penceramah harus mengarahkan para dai agar dapat memberikan semangat lahir bathin untuk umat.

“Dai harus memberikan semangat lahir dan bathin sebab Allah murka apabila seseorang mengetahui tetapi tidak mengamalkan. Oleh sebab itu sertifikasi dai harus ditujukan untuk kemaslahatan umat, yakni ketenangan lahir bathin,” pungkasnya. (Ahn)

Spread the love

Comment here