Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Daerah

Kepada PRINU Grand Wisata, Kiai Manan: Pengurus Harus Mengurus NU

Bekasi, Dakwah NU
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Abdul Manan Ghani memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan Pelantikan Pengurus Ranting Istimewa Nahdlatul Ulama (PRINU) masa khidmat 2021-2026 di Kantor PRINU Grand Wisata, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Ahad, 4 April 2021.

Dalam sambutannya, beliau mengucapkan selamat dan berterimakasih kepada 68 Pengurus Ranting NU Grand Wisata yang telah dilantik, karena telah mau menerima amanah untuk mengurusi NU.

Kiai Manan berpesan agar para pengurus bersungguh-sungguh mengurus NU nantinya, bukan justru menjadi urusan.

“Nah tentu tugas pengurus itu adalah ngurus. jangan sampai jadi urusan. Menjadi pengurus tapi satu sama lain menjadi urusan, jadi problem,” ujarnya.

Untuk mengurus Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyah dakwah, maka pengurus itu harus mendakwahkan, mendakwahkan itu menyapa, menyapa itu tidak memaksa, mengajak tidak mengejek, merangkul tidak memukul, itu dakwah namanya.

Berdakwah sesuai yang dijelaskan dalam Qur’an, ajaklah ke jalan-Ku, jalan Tuhanmu, dengan baik. Jika bukan dengan cara yang baik, maka bukan meninggikan ajaran tapi malah merusak ajaran.

“Oleh karena itu pengurus ranting Grand harus menyapa memberitahukan ke seluruh rumah-rumah yang ada di kompleks ini, saya ini dari NU,” pesan Kiai Manan.

Harus berani berdakwah, memberitahu kepada orang Islam maupun kepada selain Islam bahwa saya dari NU.  Orang yang di luar muslim tidak tahu dengan NU, maka kenalkan tentang NU. Seperti yang dijelaskan tiga ukhuwah dalam NU, yaitu  ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim), wathoniyah (persaudaraan sebangsa setanah air) dan insaniyah (persaudaraan sesama manusia).

“Karena itu sebagai pengurus harus mendakwahkan ini. kalau organisasi tidak ada pengurusnya itu namanya kerumunan, nggak jelas identitasnya, karena itu bangga menjadi pengurus NU,” jelas Kiai Manan.

“Jadi sebagai jam’iyah dakwah bertugas menyapa, mendakwahkan, kalau istilahnya ketua MWC NU, meng-idhar-kan, memberitahukan tentang visi misi NU secara kaffah, baik amaliyah, harakahnya maupun dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Orang mau ngurusin NU, menurut Kiai Manan, karena ia yakin bahwa secara diniyyah (keagamaan) NU itu agamanya benar, agamanya haqq. 

“Kita ini ber-NU sudah paling benar, benar dalam melaksanakan agama, benar di dalam membangun wathoniyah, masyarakat supaya masyarajatnya menjadi aman, tentram, sentosa saling ber-muasyaroh bil ma’ruf, berinteraksi dengan kebaikan-kebaikan,” jelasnya.

Di akhir, beliau mengucapkan selamat sekali lagi atas dilantiknya para pengurus NU di Grand Wisata.

“Selamat kepada para pengurus, terimakasih sudah mau mengurus mau melanjutkan mau bekerja menyapa saudara-saudara kita di seluruh kompleks ini dan seluruh Bekasi. Semoga menjadi tauladan, menjadi contoh di cluster-cluster lainnya di Bekasi,” pungkasnya mengakhiri. (fqh)

Spread the love

Comment here