Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Daerah

Kapolda NTB Gandeng Ulama Jaga Ketertiban Masyarakat

Mataram, Dakwah NU
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Pol Mohammad Iqbal menggelar acara silaturahmi serta doa bersama dengan pejabat pemerintahan dan seluruh tokoh agama serta masyarakat yang khususnya berada di Pulau Lombok.

Pada kesempatan acara yang digelar di Mapolda NTB, Irjen Iqbal menyampaikan bahwa silaturahmi dan doa bersama ini merupakan salah satu upaya dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

“Semoga dengan kita duduk bersama, bersilaturahmi dan berdoa, semua permasalahan akan segera mendapatkan titik temu dan solusi,” kata Irjen Iqbal dikutip dari antaranews, Rabu (6/1/21) siang.

Dalam kesempatannya, Irjen Iqbal menyampaikan bahwa ulama dan tokoh masyarakat memilik peran penting dalam penyelesaian setiap permasalahan yang terjadi, khususnya di Pulau Lombok yang dikenal sebagai pulau Seribu Masjid.

“Jadi kami tidak bisa bekerja dengan maksimal apabila tidak dibantu oleh semua stakeholder dan semua elemen, sekaligus yang paling penting terutama adalah doa dan peran para ulama, para tuan guru,” kata Irjen Iqbal.

Dalam forum tersebut, masuk pembahasan terkait persoalan penggantian nama Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Penyampaian awal diungkapkan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) NTB TGH Ma’rif Makmun Diranse. Ma’rif meminta agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan damai tanpa harus mengganggu harkamtibmas yang sudah berjalan kondusif.

“Sesuai tema acara hari ini adalah umat bersatu NTB damai. Persoalan bandara jangan diributkan, jangan sampai membenturkan pemuka-pemuka atau pimpinan NU dan NW (Nahdlatul Wathan)​. Karena mereka (warga NW) adalah sahabat,” kata Ma’rif.

Dia pun menyampaikan bahwa antara NU dengan NW terdapat hubungan emosional dan silsilah keguruan yang harus tetap dijaga. “Karenanya, kami warga Nahdlatul Ulama meminta agar permasalahan nama bandara, jangan dikait-kaitkan dengan NU dan NW. Mari kita serahkan kepada pemerintah yang berwenang,” ujarnya.

Hadir dalam acara tersebut, Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Ketua DPRD NTB Isvie Rupaeda, Mustasyar PBNU yang juga Pengasuh Yayasan Ponpes Qamarul Huda Bagu TGH Turmudzi Badruddin, Ketua MUI NTB Prof H Syaiful Muslim, Ketua PWNU NTB Prof Dr TGH. Masnun Tahir, para tokoh agama dan masyarakat (togama) serta tokoh pemuda Lombok Tengah, tokoh organisasi NW, dan para Pejabat Utama (PJU) Polda NTB.

Spread the love

Comment here