Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

JK Usul Sholat Tarawih Dibagi Dua Shift, Begini Respon PBNU

Jakarta, Dakwah NU
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merespons Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) H. Jusuf Kalla yang menginginkan sholat tarawih dilaksanakan dua sif untuk mencegah penularan Covid-19.

Ketua PBNU, Kiai Robikin Emhas mengatakan, pandemi Covid-19 jangan sampai mengurangi sedikit pun syiar Ramadan. Menurutnya, meskipun pandemi kualitas dan kuantitas peribadatan di bulan suci justru harus dapat ditingkatkan.

“Seperti dimaklumi, Ramadan merupakan momentum tepat untuk melakukan introspeksi dan pertaubatan global, termasuk memohon ampunan Tuhan YME dan memohon pandemi segera berlalu,” katanya dalam sebuah keterangan.

Kendati Ramadan, Kiai Robikin juga mengingatkan masyarakat untuk senantiasa memerhatikan kesehatan dan keselamatan di tengah pandemi. Sebab itu adalah perintah agama.

Untuk itu, lanjutnya, pelaksanaan peribadatan di masa pandemi juga tidak boleh mendorong lahirnya kemudaratan pada diri sendiri maupun orang lain.

Kiai Robikin pun menyampaikan kaidah fikih ‘La Dharara wa La Dhirara’ yang pada intinya mengingatkan tiap insan tak membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.

“Kaidahnya jelas, La Dharara Wa La Dhirara. Bagaimana caranya? Antara lain dengan menaati protokol kesehatan yang sudah ada dan mengatur sif waktu pelaksanaan sholat tarawih. Toh waktu masuk dan batas akhir sholat tarawih cukup panjang,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DMI Jusuf Kalla mengusulkan agar pelaksanaan Tarawih dibagi menjadi dua sif atau bergiliran. Hal itu dilakukan untuk mencegah Covid-19.

“Tahun ini masjid sudah bisa dipakai untuk Tarawih, selama memberlakukan protokol kesehatan yang baik. Maknanya apa? sebagian umat tidak bisa tertampung karena harus mengikuti aturan jaga jarak, untuk itu demi mengakomodir jamaah yang mau sholat tarawih, maka bisa dilaksanakan dua kali atau dua shift,” ucapnya pada acara Pelantikan dan Rakernas DMI Provinsi Nusa Tenggara Barat di Hotel Grand Legi, Mataram, NTB. (fqh)

Spread the love

Comment here