Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Jelang Munas, Kiai Miftachul Akhyar Dinilai Layak Jadi Ketum MUI

Jawa Timur, Dakwah NU
Kiai Miftachul Akhyar yang saat ini menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) inilai sangat layak dan mumpuni untuk memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) kedepannya dengan menggantikan KH Ma’ruf Amin. Penilaian ini datang dari beberapa tokoh umat Islam di Indonesia yang diwakili Sekretaris PW LTNU Jawa Timur, Ahmad Karomi.

Baca juga : KH Miftachul Akhyar, Ulama Sederhana dan Berakhlak yang Digadang Menjadi Ketua Umum MUI

“Menurut pandangan dari beberapa tokoh umat Islam di Indonesia, salah satu tokoh yang layak dan mumpuni memimpin MUI adalah KH Miftachul Akhyar,” ujar Sekretaris PW LTNU Jatim, Ahmad Karomi dalam keterangam tertulis, Sabtu (14/11).

Sebagai informasi, MUI Pusat akan menggelar Musyarawah Nasional (Munas) pada 25-27 November 2020 untuk memilih Ketua Umum MUI yang baru. Salah satu ulama yang disebut sebagai kandidat Ketua Umum MUI adalah KH Miftachul Akhyar.

Karomi mengatakan, Kiai Miftachul Akhyar adalah sosok yang tepat untuk memimpin MUI karena telah memiliki beberapa kriteria. Di antaranya, merupakan tokoh ulama yang sangat disegani, memiliki keahlian yang tinggi di bidang fikih, mudah bergaul dengan semua kalangan, dan peka terhadap problematika keumatan.

“Rekam jejak KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU adalah sosok yang mampu menjaga kondusifitas dinamika masyarakat agar tidak sampai keliru memahami fatwa dan memanfaatkannya hanya untuk golongan tertentu saja,” ucap Karomi.

Menurut Karomi, setidaknya ada dua kapasitas yang diperlukan untuk menjadi Ketua Umum MUI, yakni kapasitas keulamaan dan kapasitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Hal ini sudah dimiliki oleh KH Miftchul Akhyar, sehingga dengan kapasitas kepemimpinan tersebut MUI dapat memberi kesejukan baik untuk pemerintah, masyarakat dan umat Islam,” katanya.

Biografi Singkat Kiai Miftachul Akhyar
KH Miftachul Akhyar tentu saja bukan nama baru di kalangan NU. Ulama berusia 67 tahun tersebut lahir dari tradisi NU dan melakukan pengabdian di NU sejak usia muda. Tak heran jika hari ini ia bisa mengemban puncak kepemimpinan NU, sebagai Rais Aam PBNU.

Baca juga : Mengenal Rais Aam PBNU : KH. Miftachul Akhyar

Kiai Miftah adalah Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya. Ia adalah putra Pengasuh Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah, KH Abdul Ghoni. Lahir pada 1953, Kiai Miftah merupakan anak kesembilan dari 13 bersaudara.

Di NU Kiai Miftah sebelumnya juga pernah dipercaya sebagai Rais Syuriyah PCNU Surabaya 2000-2005, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur 2007-2013, 2013-2018 dan Wakil Rais Aam PBNU 2015-2020 yang selanjutnya didaulat sebagai Rais Aam PBNU 2018-2020 di Gedung PBNU.

Menurut catatan PW LTNNU Jatim Ahmad Karomi, genealogi keilmuan Kiai Miftah juga tidak diragukan lagi. Ia tercatat pernah nyantri di Pondok Pesantren Tambak Beras, Pondok Pesantren Sidogiri Jawa Timur, Pondok Pesantren Lasem Jawa Tengah, dan mengikuti Majelis Ta’lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al- Maliki di Malang, tepatnya ketika Sayyid Muhammad masih mengajar di Indonesia.

“Kalau memang beliau dipandang oleh seluruh peserta Munas dari berbagai daerah di Indonesia mumpuni dan memiliki kapasaitas, dari sisi keulamaan, pengalaman wawasan berbangsa dan bernegara baik, maka Insya Allah inilah yang terbaik,” pungkas Karomi. (ahn)

Spread the love

Comment here