Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Artikel

Jariyah Ekologis

Ma'muri Santoso

Jakarta, Dakwah NU
Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di tanah air telah mengakibatkan datangnya musibah seperti banjir dan tanah longsor. Bencana tanah longsor terjadi di beberapa titik wilayah di negeri ini. Bencana tersebut telah menimbulkan banyak kerugian, baik fisik maupun non fisik seperti korban jiwa, hilangnya harta benda, serta rusaknya lingkungan hidup. Bencana alam merupakan rangkaian peristiwa yang mengancam serta mengganggu keberlangsungan kehidupan makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan.

Datangnya bencana alam perlu dipahami tidak semata-mata karena faktor alam, lebih dari itu, terjadinya bencana tersebut lebih dominan disebabkan oleh faktor ulah manusia. Perilaku manusia dapat merusak kelestarian alam seperti membuang sampah sembarangan, penebangan hutan secara liar, membuang limbah ke sungai, maupun maraknya alih fungsi hutan lindung.
Perilaku yang dapat memicu rusaknya lingkungan, walau dilakukan oleh sebagian orang, namun akan menimbulkan musibah yang dampaknya tetap saja dirasakan oleh kalangan luas. Oleh karena itu, diperlukan komitmen semua pihak untuk merawat kelestarian alam dan membiasakan perilaku yang ramah terhadap lingkungan.

Derita satu kelompok masyarakat karena musibah bencana alam pada hakikatnya adalah derita kita semua sebagai sesama warga bangsa. Diperlukan kepedulian kita semua untuk bahu membahu menolong mereka yang terdampak bencana, termasuk ikhtiar kita untuk membiasakan perilaku yang ramah terhadap lingkungan.

Spirit Agama
Kesadaran untuk melestarikan alam menjadi tanggung jawab kita bersama dan spirit ajaran agama hendaknya dapat mendorong seseorang untuk melakukan tindakan yang dapat melahirkan terciptanya kemaslahatan umum seperti terpeliharanya kelestarian alam.

Islam merupakan agama yang sangat menekankan pentingnya menjaga ekosistem agar bumi ini selalu terlindungi. Setiap individu diwajibkan untuk selalu bersahabat dengan alam dan menjaga kelestarian lingkungan. Umat juga diharapkan dapat ambil bagian dalam upaya melestarikan alam dan menjaga kebersihan lingkungan. Islam merupakan agama “hijau” yang mengajarkan umatnya bersikap ramah dan bersahabat dengan alam sebagai tempat dimana kita tinggal. Hukum menjaga dan memelihara lingkungan adalah wajib.

Setiap tindakan yang dilakukan dalam upaya merawat kelestarian alam dalam Islam tergolong ibadah dan memiliki kedudukan sama pentingnya dengan ibadah yang lain. Hal tersebut dapat bernilai amal jariyah karena dampaknya yang demikian luas menyangkut kepentingan publik (kemaslahatan umum). Orang yang melakukan amal kebaikan sekalipun sudah tiada (wafat) akan tetap mendapatkan pahala yang terus mengalir karena hasil ibadahnya tersebut masih dapat dirasakan dan memberi manfaat bagi orang banyak.

Amal jariyah yang pahalanya akan selalu mengalir tidak terbatas dengan bentuk ibadah seperti membangun mushalla, masjid, madrasah, maupun lainnya. Namun lebih dari itu, ibadah ekologis berupa tindakan melestarikan alam seperti menanam pohon, merawat hutan lindung, membersihkan sungai dari sampah, serta tidak membuang sampah maupun limbah sembarangan sehingga alam ini terjaga kelestariannya juga dapat dikategorikan sebagai bentuk jariyah.

Spirit agama hendaknya mendorong setiap orang untuk memiliki kepedulian dan tanggung jawab ekologis berupa kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup, sehingga kelangsungan ekosistem dapat terjaga dengan baik. Kesadaran untuk merawat alam dan berperilaku ramah terhadap lingkungan seperti dengan tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan sungai dari sampah dan limbah, tidak menebang hutan secara liar maupun membuat kebijakan yang ramah lingkungan serta berpihak terhadap kelestarian lingkungan hidup merupakan ibadah jariyah ekologis yang pahalanya akan terus mengalir karena manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh umat manusia. (ASR)

Penulis:
Ma’muri Santoso
Pengajar PP. Mamba’ul Hisan Mirit Kebumen, Dai Instruktur Nasional Jatman, alumnus Program Standardisasi Kompetensi Dai Lembaga Dakwah PBNU.

Spread the love

Comment here