Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Syiar IslamTaushiyah

Islam, keIndonesiaan dan Kiblat Dunia oleh KH. Said Aqil Siroj (Bagian 5-Habis)

Islam Indonesia Sebagai Rujukan

Jakarta, Dakwah NU
Islam yang dijalankan di Indonesia merupakan representasi visi rahmatan lil ‘alamin. Kita menjadi representasi dari komitmen dan sikap beragama yang menekankan moderasi, toleransi, dan perdamaian. Peradaban yang dibangun agama (Islam) di dunia ke depan akan merujuk kepada praktik beragama yang kita laksanakan di Indonesia. Yakni, praktik beragama yang sangat menghargai keragaman dan kebudayaan.

Baca juga : Islam, keIndonesiaan dan Kiblat Dunia oleh KH. Said Aqil Siroj (Bagian 4)

Ini yang sering kita sebut sebagai Islam Nusantara. Islam Nusantara bukan aliran, paham, sekte, atau mazhab baru yang dikembangkan di Indonesia. Islam Nusantara adalah Islam yang diamalkan, didakwahkan, dan dikembangkan sesuai karakteristik masyarakat dan budaya di Nusantara sepanjang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Kita dapat mencontohkan bagaimana Islam bisa masuk dalam budaya Indonesia, seperti dalam penggunaan beduk untuk penanda waktu salat. Beduk semula merupakan alat musik, kemudian diterima oleh para alim ulama, kegunaannya diganti untuk memulai waktu salat.

Islam Nusantara juga menyatu dengan nasionalisme. Nasionalisme harus diberi semangat Islam. Ini yang diajarkan oleh Hadlratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari “hubbul wathon minal iman”, yang artinya: nasionalisme adalah bagian dari iman.

Oleh karena itu, kita bersama-sama harus mendorong praktik Islam Indonesia agar menjadi rujukan keberagamaan (Islam) di dunia. Bukan hanya kepada negara-negara muslim dunia. Namun, juga kepada negara-negara non-muslim yang menerapkan sistem demokrasi. Saat ini, kita dapat berbangga menjadi negara demokrasi terbesar di dunia. Pelaksanaan pemilu yang rumit di antara berita-berita yang cenderung mengedepankan pola post truth dan ujaran kebencian, alhamdulillah tetap dapat dilaksanakan dengan damai dan menghasilkan pilihan rakyat yang demokratis.

Mengapa ini bisa terjadi. Atas berkat rahmat Allah dan didorong oleh keinginan luhur yang mendasarkan kepada komitmen dan praktik keagamaan (Islam) yang moderat, toleran, dan damai. Keadaan demikian akan menjadi pusat belajar demokrasi terhadap negara-negara demokrasi lain, yang justru menghasilkan pemimpin produksi hoaks (berita dan opini bohong). Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, yang telah menunjukkan bukti adanya hubungan agama dan negara (demokrasi) yang harmonis, kokoh dan saling menguatkan. Dan karena itu, kita adalah rujukan dunia yang sesungguhnya.

Hadirin, hadirat, bapak/ibu yang saya hormati

Wal-hasil, pandangan Islam tentang kebudayaan, negara dan kebhinekaan secara tepat akan menjadi modal penting dalam membangun Islam Indonesia sebagai rujukan dunia. Dan saya yakin, santri-santri yang dilahirkan dan ditempa di pesantren memiliki pemahaman tentang Islam, kebudayaan, negara dan kebhinekaan yang tepat sehingga di pundak santrilah masa depan Indonesia berada.

Nilai-nilai yang selama ini dimiliki oleh santri seperti integritas, kejujuran, akhlaqul karimah akan menjadi modal penting dalam menyongsong Indonesia emas pada tahun 2045. Tentunya, saya berpesan, santri perlu terus mengembangkan tradisi kreatif, inovatif, dan berpikir kritis. Karena itulah, melalui mimbar ini, saya ingin menghimbau kepada Bapak dan Ibu semua untuk melibatkan santri, menjadi subyek aktif, dalam seluruh proses pembangun bangsa dan negara. Santri mewarisi legacy yang ditinggalkan oleh para ulama  di abad keemasan Islam. Karena itu, kebangkitan Indonesia dan Islam akan sangat ditentukan oleh kiprah dan peranan kaum Santri.

Menuju tahun 2045, kita juga menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Di era ini kita bisa mendapatkan manfaat, tetapi juga berpeluang mendapat efek negatif:  menjadikan manusia terperangkap sebagai obyek kemajuan teknologi dan informasi. Kemajuan teknologi dan informasi dapat mengurangi hubungan dan kedekatan antar manusia (hablun min al-nas).

Santri memiliki modal yang besar untuk mendorong manusia tetap sebagai pusat (sentral) atas kemajuan teknologi dan informasi. Santri memiliki mekanisme agar hubungan antar manusia tetap kuat dan kokoh. Di antaranya Tahlilan, Yasinan, dan Barzanji. Di dalam tradisi keberagamaan tersebut, teknologi dan informasi merupakan instrumen bukan tujuan. Dengan demikian, seluruh produk peradaban diarahkan untuk menguatkan kualitas kemanusiaan kita.

شُكْرًا وَدُمْتُمْ فِي الخَيْرِ وَالبَرَكَةِ وَالنَّجَاحِ

وَاللهُ المُوَفِّقُ إِلَى أَقْوَمِ الطَّرِيْقِ

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحَمَةُ اللهِ وَبَرَكَتَهُ

Baca juga :

Islam, keIndonesiaan dan Kiblat Dunia oleh KH. Said Aqil Siroj (Bagian 1)

Islam, keIndonesiaan dan Kiblat Dunia oleh KH. Said Aqil Siroj (Bagian 2)

Islam, keIndonesiaan dan Kiblat Dunia oleh KH. Said Aqil Siroj (Bagian 3)

Islam, keIndonesiaan dan Kiblat Dunia oleh KH. Said Aqil Siroj (Bagian 4)

Islam, keIndonesiaan dan Kiblat Dunia oleh KH. Said Aqil Siroj (Bagian 5-Habis)

Spread the love

Comment here

Dakwah Nusantara

Dakwah Ramah, Dakwahnya Ahlusunnah wal Jama'ah an-Nahdliyyah