Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Inovasi Dakwah, LD PBNU Siapkan Strategi Baru

Bogor, DAKWAH NU
Pengurus Divisi Majelis Taklim dan Kepemudaan, K.H. Muslih Nasuha, menyampaikan laporan pertanggungjawaban kegiatan divisinya dalam Rapat Kerja (Raker) dan Evaluasi Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), pada tanggal 16-17 Januari 2021, yang bertempat di Hotel Graha Dinar Syariah Bogor, Jawa Barat.

“Perlu kami sampaikan bahwa kegiatan taklim di wilayah Jabodetabek ini luar biasa, tapi sifatnya masih manual, tradisional,” tuturnya.

Kiai Muslih menegaskan bahwa hal tersebut terjadi dikarenakan belum adanya gerakan-gerakan perubahan dalam sistem kegiatan taklim, bahkan bisa dikatakan tertinggal dari kelompok sebelah. Untuk itu, divisi taklim mencoba melakukan pendekatan terhadap para ustadz yang memimpin tahlil di majelis tesrebut, guna melakukan penguatan bersama.

“Sehingga kami dari divisi taklim ini ada pendekatan ke ustadz-ustadznya yang memimpin di tahlil-tahlil ini. Jadi yang sudah dilakukan adalah memotivasi ustadz-ustadznya yang ada di majelis taklim. Ini sudah dilakukan dan terus penguatan kebersamaan,” ujarnya.

Selain itu, dalam melakukan persiapan gerakan baru dalam majelis taklim, divisi taklim juga akan merencanakan adanya standardisasi modul. Hal ini bertujuan untuk memberikan warna baru dalam taklim dan relevan dengan kehidupan masyarakat.

“Kemudian standardisasi ini juga sudah kami buat walaupun belum sempurna, kenapa, karena perlu kami sampaikan bahwa taklim-taklim yang ada di kita ini butuh warna baru, kenapa, nyaris kita ketinggalan dengan sebelah, karena kita sistemnya masih manual, maka sehingga muncul standardisasi modul ini harus ada. Lha ini di divisi taklim sekarang sudah mulai bergerak untuk mempersiapkan modul-modul ini, supaya taklim-taklim yang ada ini terus ada perubahan sesuai dengan urutan kehidupan masyarakat kita,” jelasnya.

Selanjutnya, Kiai Muslih menjelaskan bahwa akan di adakan program pengiriman dai ke daerah, khususnya daerah terpencil dan perbatasan. “Mudah-mudahan ini bisa kita lakukan meskipun tidak maksimal sampai setidak-tidaknya waktu pertama kita akan melaksanakan,” tuturnya.

Untuk rencana program selanjutnya, Kiai Muslih menyampaikan tiga hal, yaitu temu akbar taklim nahdliyin, mitra taklim di kementerian, serta pendataan taklim dan ustadz-ustadzah. Rencananya, temu akbar tersebut akan dilaksanakan di Senayan, jika kondisi sudah normal kembali dari pandemi. Sedangkan untuk program mitra di kementerian, nantinya akan bekerjasama dengan bagian-bagian keagamaan di kementerian dan lembaga serta bertujuan untuk menempatkan para ustadz-ustadzah nahdliyin di mitra tersebut.

“Bertepatan dengan dibubarannya salah satu organisasi, maka perubahan taklim-taklim yang ada di kementerian-kementerian dan lembaga itu tepat sekali kalau kita lakukan kemitraan sekalian kita rubah. Itu maka sudah kami data di kementerian dan lembaga itu  taklim-taklimnya, dengan harapan pengisian itu adalah dari taklim-taklim nahdliyin, dari ustadz-ustadzah nahdliyin. Ini yang sudah jita formasikan,” jelasnya.

Selanjutnya, menurut beliau program pendataan taklim dan ustadz-ustadzah sebenarnya telah lama dilakukan, namun belum sempurna. Data-data penting ini nantinya akan digunakan untuk menempatkan ustadz-ustadzah nahdliyin.

“Sebenarnya untuk data-data ini adalah sudah lama saya lakukan, makanya di divisi taklim ini adalah tinggal menyempurnakan, menjadi program. Setidak-tidaknya pendataan ini sampai akhir masa bakti, posisi normal, sampai awal muktamar bisa kita laksanakan dengan baik,” ujarnya.

Dalam acara yang dihadiri oleh seluruh pengurus LD PBNU itu, Kiai Muslih berpesan agar setiap divisi satu dengan yang lain dapat bersinergi dengan baik. Jika terdapat program yang bersinggungan, diharapkan antar divisi dapat mengkomunikasikan dengan baik, agar tidak terjadi penumpukan.

“Kita ini berapa divisi, banyaknya irisan, programnya itu saling bersinggungan. Maka harus ada program yang saling irisan bersinggungan itu harus ada komunikasi dan ditentukan, supaya tidak terjadi penumpukan.Tadi kiai Enha banyak menyampaikan tentang usaha misalnya, kalo nanti dari kita ada kegiatan usaha nanti bisa dikomunikasikan dengan bagian usaha supaya tidak penumpukan, tapi saling mendukung,” pesannya.

Kiai Muslih berharap semoga agar semua rencana bisa dilakukan dengan gerakan dan semangat baru, sehingga saat keadaan sudah normal; semua dapat dilaksanakan dengan baik. (fqh)

Kontributor: Fadhilla Berliannisa
Editor: Faqih Ulwan

Spread the love

Comment here