Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

HikmahSyiar Islam

Ijazah Pelunas Utang KH. Misbahul Munir Kholil

Jakarta, LD-PBNU
Permasalahan yang sering dijumpai masyarakat sejak dulu hingga kini salah satunya adalah hutang piutang. Hutang piutang ini terjadi lantaran sifat konsumtif manusia dalam menjalankan hidup. Namun kerap kali timbul permasalahan ketika datangnya waktu untuk melunasi hutang. Seketika lupa ketika datangnya waktu pelunasan hutang, bisa karena belum ada uangnya atau karena jadi senang utang. Lalu bagaimana menjawab permasalahannya?

KH. Misbahul Munir Kholil atau biasa disapa Kiai Misbah yang merupakan kiai masa kini yang mampu menembus seluruh lapisan masyarakat dalam berdakwah. Kiai yang berkesempatan menemani umat Islam saat sahur selama bulan ramadlan di salah satu stasiun televisi swasta ini memberikan sebuah ijazah kepada umat Islam agar mudah untuk melunasi utang.

ياكبير انت الذي لا يهتدى الواصفون لوصف عظمته

Ya Kabir Antalladzi La YaHtadil wasifuna liwasfi adzomati
“Ya Allah yang Maha Besar, tidak ada yang bisa mampu menyifati kehebatanMU, keagunganMU.”

Kiai Misbah juga berpesan, utang jangan sampai dibawa mati, harus ada usaha lahir bathin, diantaranya adalah memohon kepada Allah Swt. Selain itu, melunasi utang merupakan salah satu tolak ukur kualitas hubungan sosial yang baik. Sebab, apabila seseorang memiliki uang yang cukup untuk melunasi tanggungan utang yang ia miliki, maka ia harus segera melunasi utangnya kepada orang yang memberinya utang. Sebagaimana hadis menjelaskan.

فَإِنَّ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ أَحْسَنَهُمْ قَضَاءً

“Sesungguhnya sebagian dari orang yang paling baik adalah orang yang paling baik dalam membayar (utang),” (HR. Bukhari).

 

Dalam hadis lainnya. Rasulullah menjelaskan:

مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ

“Menunda-nunda membayar utang bagi orang yang mampu (membayar) adalah kezaliman,” (HR Bukhari).

Dengan dua hadis tersebut, sudah menjadi keharusan untuk melunasi utang. berikhtiarlah dan berdoalah sebanyak-banyaknya sebagaimana doa yang sudah disampaikan Kiai Misbah

ياكبير انت الذي لا يهتدى الواصفون لوصف عظمته

Ya Kabir Antalladzi La YaHtadil wasifuna liwasfi adzomati
“Ya Allah yang Maha Besar, tidak ada yang bisa mampu menyifati kehebatanMU, keagunganMU.”

Tentu doa ini merupakan sebuah ikhtiar seorang hamba kepada Allah Swt. Perlunya niat yang tulus,hati yang bersih, dan usaha yang sungguh-sungguh merupakan sebuah keharusan dalam berdoa. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca. Wallahu A’lam (Abdullah Faqih)

Spread the love

Comment here