Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Aswaja NUDaerah

Hukum Shalat Menggunakan Masker dalam Pandangan Islam

Depok, Dakwah NU
Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Depok, Ki Kelana menyampaikan pejelasan berdasarkan pandangan Ulama terdahulu mengenai bagaimana hukum Shalat memakai masker

Adanya cobaan wabah Covid-19 melanda di Dunia termasuk Indonesia, memaksa masyarakat berprilaku tidak seperti biasanya. Baik prilaku dalam hubungan sosial, ekonomi, keagamaan, atau bahkan dalam hal ibadah keagamaan. Perubahan prilalu masyarakat ini lebih populer disebut adaptasi kebiasaan baru.

Lebih dari itu, masyarakat agar terhindar dari penularan virus mematikan ini, mereka diwajibkan mengikuti sistem kesehatan. Dalam bahasa medis prilakukan ini dinamakan mengikuti protokol kesehatan.

Diantara sistem protokol kesehatan yang berlaku selain mewajibkan memakai masker, masyarakat diwajibkan menjaga kebersihan, seperti melakukan cuci tangan baik pakai sabun atau memakkaib Handsanitizer, serta menjaga jarak antar sesama.

Selama pandemi corona, memakai masker disetiap keluar rumah menjadi salah satu alat ukur keseriusan dalam upaya memutus mata rantai sebaran virus tersebut.

Memakai masker kini sudah lebih dari gaya hidup. Bahkan saat beribadah pun menggunakan masker. Lalu bagaimana hukumnya ketika Shalat menggunakan masker, menutup sebagian wajah khususnya hidung dan mulut.

Berbicara Shalat memakai masker, jumhur ulama berpendapat. Madzhab Syafii contohnya, dalam pandangnya, Shalat memakai masker bagi laki laki dan perempuan itu hukumnya Sah, yang penting keningnya (terbuka) bisa menempel pada tempat sujud saat sujud (meskipun hidung nya tertutup).

الحاوى الكبير
(فَصْلٌ) فَإِذَا ثَبَتَ هَذَا فَهُوَ مَأْمُورٌ أَنْ يَسْجُدَ عَلَى رُكْبَتَيْهِ، وَقَدَمَيْهِ وَيَدَيْهِ، وَجَبْهَتِهِ، وَأَنْفِهِ، فَأَمَّا الْجَبْهَةُ وَالْأَنْفُ، فَفَرَضَ السُّجُودَ مُتَعَلِّقٌ بِالْجَبْهَةِ دُونَ الْأَنْفِ، فَإِنْ سَجَدَ عَلَى جَبْهَتِهِ أَجْزَأَهُ، وَإِنْ سَجَدَ عَلَى أَنْفِهِ لَمْ يُجْزِهِ، وَقَالَ عِكْرِمَةُ، وَسَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ: فَرْضُ السُّجُودِ مُتَعَلِّقٌ بِالْجَبْهَةِ، وَالْأَنْفِ، وَإِنْ سَجَدَ عَلَى أَحَدِهِمَا لَمْ يُجْزِهِ حَتَّى يَسْجُدَ عَلَيْهِمَا مَعًا

المنهج القويم
(ويسن في السجود وضع ركبتيه) أولا للاتباع وخلافه منسوخ عل ما فيه (ثم يديه ثم جبهته وأنفه) معا ويسن كونه (مكشوفا) قياسا على كشف اليدين ويكره مخالفة الترتيب المذكور وعدم وضع الأنف

Dalam kondisi normal shalat memakai masker hukumnya sah, namun makruh. Dalam pandangan madzhab Syafii, hukum makruh, karena hidungnya tertutup.

Menurut Imam Syafii, membuka penutup hidung pada saat shalat itu hukumnya sunah. Begitu sebaliknya jika hidung tertutup kain maka hukumnya mahruh tanzih.

Namun dalam kondisi ada udzur, seperti saat musim corona, memakai masker demi menjaga keselamatan hukumnya sah dan boleh. Apabila tidak memakai masker akan tertimpa bahaya atau datang kerusakan.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

“Dan Allah sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan” (QS. Al Hajj: 78).

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al Baqarah: 185).

فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ

“Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya.” (QS. Al Baqarah: 173).

Perkataan yang ma’ruf di tengah-tengah fuqoha,

لا محرم مع اضطرار ولا واجب مع عدم اقتدار
(فقه قواعد الفقهية ٢-١١)

“Tidak ada keharaman ketika dalam kondisi darurat, tidak ada kewajiban saat tidak mampu.”

Berdasarkan penjelasan di atas maka hukum memakai masker ketika shalat dalam keadaan udzur atau demi keselamatan maka hukumnya dibolehkan. Secara hukum tidak merusak keabsahan sholat.

Oleh
Ki Kelana
Wakil Ketua LDNU Depok

Spread the love

Comment here