Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Opini

Hukum Rokok dari Makruh-Haram Lighairihi Sampai Sunnah

Khotimi Bahri

Jakarta, Dakwah NU
Landasan Hukum
Hukum rokok sebenarnya diskursus lama dan sulit tuntas. Perbedaan perspektif akan melahirkan perbedaan hukum. Dalam fiqih, hukum Islam yang bersifat taklifiyah ada 5. Jadi, kehidupan sehari-hari kita tidak akan pernah dipisahkan dengan salah satu hukum yang 5. Adalah kita bersinggungan dengan sesuatu yang wajib, adakalanya dengan yang sunnat, kadangkala ada yang haram untuk lakukan, ada yang makruh. Namun juga yang mubah.

Terkait dengan larangan, tidak semuanya bersifat haram. Namun, ada juga yang sebaiknya kita tinggalkan walaupun hukumnya makruh. Sama seperti perintah, ada kalanya wajib, tapi ada kalanya sunnat. Wajibpun bisa wajib ain tapi bisa juga wajib kifayah.

Untuk urusan haram (larangan), perlu juga kita perhatikan kategorinya. Ada yang memang haram dari obeknya, wujudnya, bendanya, seperti daging babi, anjing, khomer dan lain sebagainya (haram lidzatihi). Tapi ada juga yang haramnya ‘lighayrihi’ bukan lidzatihi. Artinya, obyeknya tidak haram, akan tetapi menjadi haram digunakan karena ada latar belakang yang membuatnya haram. Contohnya uang. Uang bukanlah benda yang haram. Akan tetapi jika uang tersebut hasil mencuri, korupsi dan lain-lain, maka uang tersebut menjadi tidak halal lagi. Hukum rokok ada dalam ranah ini.

Untuk kasus yang terakhir ini berlaku prinsip; hukum tergantung latar belakangnya atau ‘illah’nya. Bisa kaidah yang dipakai adalah: alhukmu yaduru ma’a illatihi. Atau bisa juga: al-‘adatu muhakkamatun.

Salurkan donasi anda dengan Klik Koin Digital Muktamar NU ke-34 di Lampung

Dasar Kajian
Diberitakan dalam salah satu media, bahwa sebuah klinik di kawasan Jakarta Timur menyediakan terapi lewat asap tembakau. Terapi ini dilakukan untuk mengeluarkan radikal bebas dari tubuh pasien.

Rokok yang berlebel divine ini sangat baik untuk kesehatan karena tidak mengandung zat adiktif berbahaya atau tidak mengandung merkuri yang membahayakan tubuh.

Teringat penjelasan salah seorang guru saya, yang mengatakan bahwa merokok dilakukan pertama kali 500 tahun yang lalu. Tepatnya ketika seorang pelaut dan diplomat Prancis Jean Nicot menemukan daun tembakau dari warga Indian Amerika. Dan sang pelaut ini kemudian memperkenalkan keseluruh dunia. Oleh karena itulah kandungan tembakau disebut nikotin menisbatkan pada penemunya. Jadi tradisi merokok sudah ada sejak 5 abad yang lalu.

Bahkan beberapa penduduk dunia termasuk di nusantara, tembakau tidak hanya dibakar dan diisap, tapi juga dikunyah. Maka kita mengenal leluhur, kakek-nenek, uyut kita, yang makan tembakau atau dikenal dengan nyirih, nyepah. Apakah mereka sakit? Tidak, sekali lagi tidak. Tidak kita temukan dari leluhur kita yang nyirih, nyepah, dan juga merokok yang terkena penyakit. Tidak juga satupun dokumen WHO yang menyatakan hal itu. Disinyalir bahwa tembakau pada hakikatnya tanaman herbal yang sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Kenapa Rokok dianggap pemicu kanker dan penyakit lain? Menurut pemilik klinik tersebut, penyebabnya bukan pada tembakau, tapi pada zat kimia yang sengaja ditambahkan untuk menciptakan citarasa tersendiri bagi rokok.
Menurut uraian guru saya, saus tembakaulah yang berbahaya. Saus ini dibuat untuk standartdisasi citarasa rokok dimanapun dipasarkan. Didalam saus ini ada kurang lebih 4000 bahan an-organik dimana 43 nya sangat membahayakan tubuh.

Kapan Ledakan Kanker Terjadi
Kapan ledakan penyakit kanker dan paru-terjadi? Tercatat dalam sejarah bahwa ledakan penyakit kanker dan paru-paru terjadi pada tahun 1945.

Pada 16 Juni 1945 meledaklah bom berkekuatan 20.000 ton TNT pada jam 05.29 di Gurun Jornada Del Muerto Soccoro New Mexico. Bomb ini dikenal dengan The Trinity Bomb.

Beberapa bulan berikutnya meledaklah bom di Hiroshima dan Nagasaki Jepang. Dan tidak hanya berhenti disitu, selanjutnya terjadilah perlombaan senjata nuklir dengan ujicobanya dimana-mana. Juga terjadi perang diberbagai kawasan yang memicu peledakan bomb.

Dari berbagai ledakan itu tentu mengeluarkan bahan kimia radioaktif yang sangat berbahaya bagi manusia. Radioaktif ini mengambang diatmosfir planet bumi dan baru usang setelah ribuan tahun. Ketika radioaktif ini dihirup oleh manusia, tentu akan menjadi pemicu kanker dan paru-paru. Pertanyaan yang menggelitik : “Kenapa ledakan kanker dan paru-paru terjadi setelah tahun 1945 sedangkan tradisi merokok atau ngodud sudah terjadi sejak 500 tahun sebelumnya? Kenapa yayasan asing yang gencar berkampanye anti tembakau justru melempar produk baru, rokok elektrik? Kenapa tembakau jadi kambing hitam?

Penutup
Sungguh saya sangat merindukan kajian yang lebih obyektif, independen, dan kredebel terhadap tembakau. Paling tidak bisa menjawab beberapa hal; 1) kandungan herbal tembakau, 2) potensi tembakau sebagai komuditas unggulan di Indonesia yang tidak ada di negara-negara lain, 3), illah (dasar) hukum rokok yang lebih kontekstual. Tulisan ini penyemarak diskusi rokok dibeberapa WAG. Bukan doktri, dogma, apalagi dianggap ajaran. Semoga ‘opini-iseng’ ini merangsang kajian yang lebih serius yang rumusannya bisa jadi rujukan hukum dan peraturan lain dikemudian hari.

Oleh: Khotimi Bahri
Penulis adalah Wakil Katib PCNU Kota Bogor dan Pembina PC LBM-NU, lahir dan tumbuh dilingkungan NU, mengenyam pendidikan dasar dan menegah di PP Mathlabul Ulum Jambu Sumenep, TMI Al-Amien Prenduan Madura, TQN Kaduparasi Labuan, Raudlatul Hikam Cibinong, dan beberapa pesantren di Jabar. Menyelesaikan S-1 Aqidah Filsafa UIN Bandung dan Pascasarjana MPD-IPB Bogor.

Abdus Saleh Radai
Spread the love

Comments (1)

  1. Bagus dan mantap. perlu adanya riset ilmiah utk membuktikan bahwa tembakau tidak membahayakan kesehatan, dari hasilnya riset, merekomendasikan produk rokok herbal.🙏🙏🙏

Comment here