Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Daerah

HTI Dilibatkan, Banser Siap Kepung Gedung Sate, Jawa Barat

Bandung, LD-PBNU
Keputusan Gubernur Jawa Barat tentang protokol kesehatan di pondok pesantren terus menuai polemik. Polemik tersebur membuat Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Barat pun bersiap kepung dan menduduki Gedung Sate menyoal Keputusan tersebut.

Kepala Satuan Koordinator Wilayah (Kasatkorwil) Banser Jawa Barat, Yudi Nurcahyadi mengaku mendapat banyak aspirasi tersebut. Menurutnya, ada akumulasi kekecewaan terhadap kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Terlebih, beberapa waktu masyarakat Jawa Barat dikagetkan dengan dicantumkannya DPD HTI yang merupakan organisasi terlarang sebagai pihak yang dilibatkan dalam penanganan Covid-19.

“Bagaimana tidak, belum lama ini Gubernur mengundang HTI sebagai ormas terlarang. Dan yang sebagaimana kawan kawan-ketahui, muncul ancaman buat pesantren. Kita jadi bertanya-tanya ini ada apa,” terang Yudi, Rabu (17/6).

Selain aspirasi dari anggota Banser, terang Yudi, keinginan untuk menduduki gedung pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat tersebut juga datang dari kalangan pondok pesantren, termasuk dari para kiai.

“Dan juga dari beberapa pimpinan Pondok Pesantren. Banyak dari para kiai dan ajengan yang menginginkan adanya langkah konkrit agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.

Terkait masih pandemi Covid-19, Yudi mengakui masih berkoordinasi dengan pimpinan GP Ansor Jawa Barat dan pihak kepolisian. Yudi menegaskan, Banser Jawa Barat akan senantiasa awas dan sigap apalagi terkait kebijakan yang langsung bersentuhan dengan pesantren dan keutuhan NKRI.

“Ya kita akan cari cara bagaimana menyampaikan aspirasi dengan memperhatikan protokol korona. Karena bagaimanapun kita adalah organisasi yang beradab,” ujarnya.

“Kami tidak akan tinggal diam kalau sudah menyangkut pesantren dan Negara Kesatuan Republik Indonesia karena itu ranah perjuangan kami,” sambungnya. (Fqh)

Spread the love

Comments (6)

  1. Sepertinya pa RK harus dicek apakah, sudah terdoktrin oleh HTI, dikhawatirkan telah mengikuti kajian kajian HTI di liqo liqo nya.

  2. Kubur habis pergerakan HTI di NKRI…jng kasih ruang…PBNU dan jajarannya harus trs bergerak dan waspada …jaya terus NU

  3. Islam di Indonesia harus bersatu, jangan sampai Ajaran Nabi Agung Muhammad SAW perihal silaturahmi, berpelukan dan jabat tangan sesama muslim dihilangkan

  4. NU ku bravo untukmu. Tunjukkan kalau kita benar2 cinta Pesantren dan NKRI. Bismillah

  5. Mantap… Bawa persenjataan lengkap masinng masing….

    Lama nggak nonton one pride..
    Ini ada kolosal avtion live….
    Pengen tahu siapa tang bernyali dan sakti…. Jos gandos….

Comment here