Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Helmy Faishal: RI Tegas Menolak Bendera ISIS dan Bendera LGBT

Jakarta, Dakwah NU
Alih-alih menghormati hak asasi manusia (HAM), Kedutaan Besar Inggris di Jakarta memasang bendera LGBT di halaman Kedutaan Inggris, Taman Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Dikabarkan, hal ini untuk menyambut peringatan International Day Against Homophobia, Biphobia, and Transphobia (IDAHOBIT) yang jatuh pada 17 Mei 2022 lalu.

Mengetahui kabar ini, Anggota Komisi I DPR RI Helmy Faishal Zaini menyesalkan dan menyayangkan sikap Kedutaan Besar Inggris di Indonesia yang telah mengunggah foto bendera pelangi, simbol kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di laman Instagram resmi mereka.

“Pembiaran pengibaran bendera sebagai simbol dan gerakan penjungkirbalikan bernegara dan berbangsa adalah bom waktu yg akan menghancurkan, termasuk bendara LGBT dan ISIS,” kata Helmy dalam keterangan tertulis, Selasa (24/5).

Meski kantor kedutaan suatu negara merupakan wilayah ekstrateritorial negara bersangkutan dan kita tidak memiliki hal untuk melarang kegiatan di wilayah teritorial negara lain, namun menurut Helmy sikap menghormati adalah kata kunci yang harus dipegang.

“Pemerintah Inggris pasti tahu bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar dan ajaran LGBT dilarang dalam Islam,” tutur Helmy.

Oleh karen itu Sekjen PBNU Periode 2015-2020 ini meminta kepada kedutaan Inggris untuk menyampaikan klarisfikasi sehingga persoalan ini tidak berlarut-larut yang dikhawatirkan akan berdampak pada hubungan diplomatik kedua negara.

Sependapat dengan Menlu RI bahwa warga Indonesia bisa menerima perbedaan pendapat sebagai bagian dari demokrasi, akan tetapi penyimpangan harus ditolak: baik penyimpangan dalam bernegara maupun perilaku yang menyimpang dari kodrat manusia.

“Mari segenap masyarakat Indonesia untuk tidak melakukan hal-hal yang berada di luar koridor hukum dan terprovokasi. Kita harus menyelesaikan persoalan ini dengan cara yang elegan dan bermartabat,” tutup Helmy.

Spread the love

Comment here