Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Hari Ini, Kiai Said, Gus Miftah, dan Ustadz Yusuf Mansur Gelar Konferensi Pers Tolak Legalisasi Miras

Jakarta, Dakwah NU
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menggelar konferensi pers, Selasa (2/3/2021). Konferensi pers tersebut mengenai penolakan terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 mengenai legalisasi minuman keras (miras).

Kiai Said dijadwalkan berbicara sekitar pukul 15.00 WIB. Rencananya, Kiai Said akan didampingi Sekretaris Jenderal PBNU Gus Ahmad Helmy Faishal Zaini,

Konferensi pers akan dihadiri oleh pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran Tangerang Ustaz Yusuf Mansur. Selain itu juga akan dihadiri pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Sleman Yogyakarta Miftah Maulana Habiburrahman atau dikenal Gus Miftah.

Ustaz Yusuf Mansur mengatakan, malam ini telah bertemu Gus Helmy Faisal dan Gus Miftah di Jakarta untuk mematangkan konferensi pers besok. Dia tidak menjelaskan di mana lokasi pertemuan tersebut.

“Ya, kami bertiga baru saja berbicara melalui sambungan telepon dengan Bapak Said Aqil Siroj mengenai sikap untuk menolak legalisasi miras ini,” ujar Ustasz Yusuf Mansur di Jakarta, Senin (1/3/2021).

Kiai Said Tolak Perpres Investasi Miras
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj secara tegas menolak rencana pemerintah yang menjadikan industri minuman keras keluar dari daftar negatif investasi. Kiai Said menegaskan bahwa di dalam Al-Quran telah jelas mengharamkan miras karena menimbulkan banyak mudarat. Ia kemudian mengutip surat Al-Baqarah ayat 195.

“Kita sangat tidak setuju dengan Perpres terkait investasi miras. Dalam Al-Qur’an dinyatakan wa laa tulqu biaidikum ilattahlukah (dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan),” kata Kiai Said, Senin (1/3).

Lebih lanjut ia mengatakan, kebijakan pemerintah harus mendatangkan kemaslahatan bagi masyarakat. Sebagaimana kaidah fikih yang kerap disebutkan yakni tasharruful imam ala raiyyah manutun bil maslahah (kebijakan pemimpin harus didasarkan pada kemaslahatan rakyat).

“Karena agama telah tegas melarang, maka harusnya kebijakan pemerintah itu menekan konsumsi minuman beralkohol, bukan malah didorong untuk naik,” ujar Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.

Bahaya dan dampak negatif yang ditimbulkan dari minuman keras harus dicegah dan tidak boleh ditoleransi. Kiai Said mengutip kaidah fikih yang lain. Dinyatakan, ar-ridha bissyai-in ridha bimaa yatawalladu minhu (rela terhadap sesuatu berarti rela terhadap hal-hal yang keluar dari sesuatu itu).

“Kalau kita rela terhadap rencana investasi miras ini, maka jangan salahkan kalau nanti bangsa kita rusak,” ucapnya. (fqh)

Spread the love

Comment here