Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

HikmahNasional

Hari Ayah, Ketua LD PBNU : Anak Itu Cerminan Orang Tua

Jakarta, Dakwah NU
Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Agus Salim HS mengucapkan selamat Hari Ayah yang jatuh pada tanggal 12 November. Hari Ayah menjadi momentum penting sebagai pengingat untuk meningkatkan kualitas ayah yang berakhlak dan untuk melahirkan anak yang berakhlak. Sebab ayah berkaitan dengan tanggung jawab keluarga yang berkaitan dengan pendidikan dan keteladanan.

“Kita harus betul betul menjadi tauladan, artinya kita harus mencontohkan bagiamana perilaku yang baik, baik itu ucapan ataupun tindakan,” tutur Abi kepada tim Dakwah NU, Rabu (11/11)

Abi-sapaan akrabnya-mengingatkan bahwa bukan pada kondisi anak yg sudah lahir dan tumbuh saja tindakan dan ucapan ayah dapat memengaruhi anak. Tetapi masih dalam kandungan org tua pun ucapan dan tindakan ayah juga dapat memengaruhi anak. Jadi, menurut Abi, orang tua harus menjadi cerminan bahwa anak itu rahasianya org tua itu sendiri.

“Orang tua harus mengarahkan anak agar dapat bermanfaat baik bagi dirinya sendiri, keluarga, ataupun lingkungan sekitar. Hal ini harus dibarengi dengan akhlak org tua, karena anak meniru dan mencontoh orang tua,” imbuh Abi yang di luar adalah sosok Kiai dan menjadi sosok Ayah ketika di rumah.

Berkali kali Abi mengingatkan para ayah untuk menjadi teladan untuk anak-anaknya. Sebab menurutnya, anak merupakan rahasia ayahnya. Oleh karena itu, menjaga nasab darah dan nasab ilmu itu penting.

“Nasab darah dan nasab ilmu itu penting, anak itu rahasia bapaknya, artinya bapaknya harus benar benar jadi contoh dan teladan,” tutur Abi mengingatkan.

Terkait nasab ilmu, Abi menjelaskan nasab ilmu dapat lebih mempengaruhi karakter seorang anak. Seperti contoh Ulama ulama dahulu banyak, selain memiliki nasab kepada org tua, ulama dahulu punya nasab ilmu dari orang tuanya. Artinya dulu seorang ayah memiliki nasab darah, seharusnya juga mengajarkan ilmu. Artinya nasab pertama dari ayah dan ini merupakan salah satu fungsi ayah.

“Fungsi ayah harus dimaksimalkan dalam aspek pendidikan dan mencontohkan. Oleh karena itu, orang tua perlu menjadi rujukan anak dalam berilmu,” imbuhnya Kiai Betawi ini.

Terakhir Abi menjelaskan, apabila seorang ayah tidak berilmu, maka seorang ayah tersebut harus belajar atau mengajak anaknya untuk belajar bersama. “Kalaulah tidak memiliki ilmu maka berikanlah contoh teladan yang baik, seperti halnya ucapan ucapan yang baik,” ingatnya kepada para ayah

“Anak itu rahasia orang tua dan anak itu ada di doanya orang tua,” lanjutnya memungkas. (fqh)

*Faqih Ulwan

Spread the love

Comment here

Dakwah Nusantara

Dakwah Ramah, Dakwahnya Ahlusunnah wal Jama'ah an-Nahdliyyah