Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Habib Salim Dorong Pemerintah Perhatikan Toleransi Beragama dan Jaga Kesatuan NKRI

Jakarta, Dakwah NU
Pengurus Lembaga Dakwah PBNU, Habib Salim bin Salahudin bin Jindan mengajak warga NU untuk menjaga NKRI dari perusak ideologi bangsa. Hal ini disampaikannya dalam Dialog Kebangsaan Lintas Agama Nusantara yang dilaksanakan untuk memperingati hari kesaktian Pancasila dengan mengusung tema Wawasan Kebangsaan Untuk Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan. Sabtu (3/10)

NKRI merupakan negara kesatuan yang berbentuk republik dengan sistem desentralisasi, yang juga didasarkan bukan hanya sekedar kepentingan atau sikap politik, melainkan juga didasarkan atas komitmen persatuan dan keadilan.

Uniknya, Habib Salim bin Jindan menggunakan penutup kepala atau biasa disebut imamah dengan khas warna merah putih yang melambangkan bendera Indonesia. Untuk diketahui bahwa imamah tersebut merupakan hasil buah tangan kerajinan santri di Jogjakarta.

Habib Salim juga pernah ditanya oleh salah satu jamaahnya, “Bagaimana cara mencintai Indonesia?”. Lalu beliau menjawab “Cintai negeri mu sebagaimana engkau mencintai ibu mu,”.

Jawaban tersebut dimaksudkan agar bersungguh-sungguh mencintai negara, sebab dengan mencintai negara akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di Indonesia terdapat 4 pilar bangsa yang sudah disepakati oleh tokoh bangsa dan masyarakat yang disingkat PBNU; Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.

Hal laibm Habib Salim menceritakan pada masa SMP dan SMA dahulu beliau diwajibkan mempelajari P4 yakni, Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila. Akan tetapi, beliau menyesali setelah reformasi tersebut dihapuskan dan tidak ada lagi P4.

“Pancasila bukan pisang goreng, Pancasila bukan Nasi Begono,” tegas Habib Salim menunjukan kecintaanya terhadap NKRI.

Hal ini dimaksudkan di dalam Pancasila diwajibkan mengenal Tuhan. Menurutnya jika seseorang yang tidak mengenal Pancasila pasti akan mengganti Ideologinya, dan tidak menghargai anugerah dari Tuhannya yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menyoal sertifikasi Ulama, Habib Salim menyatakan sepakat dan mendukung, agar tokoh agama, penceramah dan pemuka agama hendaknya disertifikasi.“Saya sepakat dan mendukung sertifikasi untuk tokoh agama,”. Dengan alasan, agar tidak banyak tokoh agama ataupun penceramah liar.

Mengakhiri sambutannya, Habib Salim mendorong agar Menteri Agama, para Ulama, dan Tokoh Agama memantau pendidikan Agama dan Kurikulum. Agar tidak mudah masuk ajaran Intoleransi dan tidak muncul orang-orang pengkhianat NKRI. (Ahn)

*Marina Syelsyela (Mahasiswi Univ Negeri Jakarta)

Spread the love

Comment here

Dakwah Nusantara

Dakwah Ramah, Dakwahnya Ahlusunnah wal Jama'ah an-Nahdliyyah