Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Habib Rizieq Pulang, Begini Pesan Kiai Said untuk Warga NU

Jakarta, Dakwah NU
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj kembali menyampaikan mengenai pentingnya bertawasul kepada para Ahlul Bait bagi masyarakat. Salah satu contoh sederhananya yaitu dengan menghormati semua Habaib dan Ulama.

“Kita harus hormat pada habaib, Allah memerintahkan Nabi Muhammad, ‘Muhamamad katakan saya tidak mau bayaran, nggak ingin imbalan, satu yang saya minta, cintailah keturunan ku’. Maka kita wajib menghormati habaib. Semua habib nggak pandang bulu kita harus hormat, Habib Jindan, Habib Lutfi, Habib Syech,” tutur Kiai Said pada saat Istighotsah di Gedung PBNU yang di selenggarakan Lembaga Dakwah PBNU pada 30 Oktober 2019 lalu.

Imbauan yang disampaikan oleh Kiai Said tersebut sebagaimana dikemukakan oleh salah seorang Habib yang merupakan dzuriyah Rasulullah SAW bernama, Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad (1634-1720 M) dalam kitabnya berjudul Al-Fushul al-‘Ilmiyah wal Ushul al-Hikamiyyah (Dar Al-Hawi, Cet. II, 1998, hal. 89)

لأهل بيت رسول الله صلى الله عليه وسلم شرف، ولرسول الله صلى اللهعليه وسلم  بهم مزيد عناية وقد أكثر على أمته من الوصيّة بهم والحث على حبّهم ومودتهم. وبذالك أمرالله تعالى في كتابه في قوله تعالى: “قل لا أسألكم عليه أجرا إلا المودة في القربى” .(الشورى، ٢٣) ـ

Artinya: “Ahlul Bait memiliki kemuliaan tersendiri, dan Rasulullah telah menunjukkan perhatiannya yang besar kepada mereka. Beliau berulang-ulang berwasiat dan mengimbau agar umatnya mencintai dan menyayangi mereka. Dengan itu pula Allah subhanahu wataála telah memerintahkan di dalam Al-Qur’an dengan firman-Nya: “Katakanlah wahai Muhammad, tiada aku minta suatu balasan melainkan kecintan kalian pada kerabatku.” (QS 42:23).

Jemaah yang hadir lalu menyebut nama Habib Rizieq. “Habib Rizieq, iya. Alasan yang paling utama adalah karena perintah Alquran tadi dan kedua sesama ukhuwah islamiah,” ujarnya.

Menurut Kiai Said, ada dua alasan yang mengharuskan masyarakat untuk menghormati Ahlul Bait. Pertama, yaitu karena hal tersebut merupakan salah satu perintah atau aturan dari hadist di atas. Kedua, yaitu karena menghormati Ahlul Bait merupakan salah satu sarana untuk menjaga ukhuwah Islam.

Bahkan, saat ditemui usai acara, Kiai Said mengatakan sikap menghormati para habib merupakan perintah Allah dalam al-Quran. Dia mengatakan para kiai dan santri NU sangat menghormati Habib.

“Ya kita hormatilah. Tidak boleh kita kriminalisasikan, nggak boleh kita hina, harus kita hormati,” sambungnya soal bentuk penghormatan kepada para habib itu.

Ijazah Hizb Nashr
Kiai Said juga menceritakan mengenai ijazah Hizib Nashr. Menurut beliau, ijazah tersebut berisi mengenai arti penting menjaga silaturahim dengan para Ahlul Bait.

“Jadi, ijazah Hizib Nashr ini, artinya kita membangun silaturahim, artinya antara kita yang masih awam ini, yang masih terikat terbatas dengan kepentingan materi kepentingan fisik, maka kita hubungkan dengan para Auliya yang sudah lepas dari sekat-sekat  fisik, sudah berada di alam universal,” jelasnya.

Kiai Said menjelaskan bahwa kita harus menjaga silaturahim dengan para Auliya, meskipun beliau-beliau sudah wafat. Hal ini dikarenakan ruh-ruh beliau sudah berada di alam universal, sehingga manusia yang ruhnya masih terhalang fisik harus selalu berhubungan dengan beliau.

“Insyaallah bergabung dengan ruhnya (para Auliya) menjadi ruhiyah yang dinaungi oleh Nur Muhammad. Mudah-mudahan kita semua bergabung dengan beliau-beliau,” jelas Kiai Said.

Di akhir, Kiai Said juga menyampaikan bahwa menjaga silaturahim kepada para Auliya yang sudah wafat dapat dilakukan dengan ziarah kubur dan mengirimkan al-Fatihah. Sedangkan bagi para Auliya yang masih hidup dapat dilakukan dengan mencium tangan dan hormat kepada beliau. (fqh)

Kontributor Fadhilla Berliannisa (Mahasiswi Univ Diponegoro)

Editor : Faqih Ulwan

Spread the love

Comments (1)

  1. Kok bisa pas ya, kalam kyai Sa’id tahun 2019 dengan kondisi saat ini 2020. 😍

Comment here