Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Daerah

Habib Ja’far Shodiq: Jangan Lupakan Majelis Ilmu

Semarang, Dakwah NU
Pengasuh Pondok Pesantren Tarim al-Ghonna Lil ‘Ulum al-islamiyah Mijen, Semarang Habib Ja’far Shodiq al-Munawar menyebut majelis ilmu lebih utama daripada majelis dzikir saat mengisi mauidhoh hasanah di acara Haflah Akhirusannah Pondok Pesantren Nurul Hikmah Semarang, Ahad (5/4/21).

Hal ini telah disebutkan dalam salah satu kisah Nabi Muhammad Saw, yang pernah masuk ke dalam masjid dan melihat ada dua majelis. Pertama majelis dzikir dan yang kedua itu majelis ilmu (ada gurunya).

Kemudian, Nabi Saw bersabda, “Kedua majelis ini majelis yang baik, tetapi salah satunya lebih baik dari yang lain, yaitu majelis ilmu.”

“Sholawatan, dzikiran, tahlilan itu baik, tapi jangan melupakan ilmu. Ilmu itu penting. Inilah majelis yang insyaAllah turun keberkahan, majelis yang afdhol,” Habib menambahkan.

Selain itu, dalam hadits lain juga disebutkan, “Jika engkau berjalan di taman-taman surga, senangkanlah hatimu, nikmatilah taman surga tersebut. Apa itu taman surga, yaitu sekelompok orang yang belajar ilmu dan berdzikir.”

“Jangan lupakan majelis ilmu,” pesan Habib.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa ilmu merupakan warisan Nabi Muhammad Saw untuk umatnya. Siapa yang benar-benar berpegang pada ilmu kemudian dia mengamalkannya, berati dia termasuk orang yang beruntung.

Disebutkan dalam Kitab Al Manhajus Sawi yaitu anjuran untuk hadir di majelis ilmu, anjuran untuk senang duduk bersama ulama, dan selalu berusaha mendengarkan apa yang menjadi nasihat para ulama.

Menurut Habib, dengan cahaya ilmu, maka Allah akan menghidupkan hati yang mati. Jika hati sudah hidup, maka hati menjadi terang, sehingga hati akan berusaha senang untuk beribadah kepada Allah.

Sebab hati kalau tiga hari saja tidak diisi dengan ilmu, tidak diisi dengan dzikir dan ibadah, maka akan mati sebagaimana jasad jika tidak diisi dengan makanan dan minuman.

“Seperti jasmaniyah kita ketika diri kita sakit dilarang makan minum tidak diobati bakal mati. Begitu juga rohaniyah kita. Rohani (hati) kita pasti adakala sakit, apa obatnya? Rasulullah Saw bersabda, obat hati adalah ilmu, dzikir, ibadah, istighfar, sholawat,” pungkasnya. (fbn)

Spread the love

Comment here