Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Gus Nadir: Sholawat Nariyah Salah Satu Bentuk Ikhtiar Lawan Covid-19

Jakarta, Dakwah NU
Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-Selandia Baru KH Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) mengatakan bahwa sholawat Nariyah bisa menjadi salah satu ikhtiar untuk melawan wabah Covid-19.

“Kita belajar juga dari tahun lalu bagaimana menangani wabah dan semakin lama semakin yakin saya bahwa tidak ada fasik yang Allah ciptakan. Jadi tidak lain tidak bukan satu-satunya cara yang bisa dilakukan yaitu mengetuk pintu langit malam ini dengan sholawat nariyah,” ujarnya, Sabtu (3/7).

Dalam acara Sholawat Nariyah dan Doa untuk Keselamatan Bangsa dari Wabah hari ke-8 itu beliau mengajak masyarakat untuk selalu memohon pertolongan kepada Allah di masa Pandemi. Sebab kian banyaknya orang terpapar dan maut kian dekat.

“Bahkan ada kawan yang bergurau seolah covid ini adalah arisan dan saya kira ini menjadi pertanyaan besar kepada kita bagaimana nasib umat ini bagaimana nasib umat Muhammad di tengah wabah Covid ini,” ujarnya.

Apabila Bertawasul kepada Nabi Saw dan memohon pertolongannya, maka umat bisa selamat dan yang sakit bisa segera sehat. Bagi yang terpenjara corona bisa kembali sehat dan Allah kembali memberikan kasih sayang dan kabulkan semua hajatnya.

“Semoga Allah berkenan menerima hajat kita semua, semua mudah bagi Allah. Kita semua hanya bisa berharap semua skenario yg sedang dijalankan Allah dalam naungan kasih sayang Allah,” doa beliau.

Lebih lanjut, dalam acara yang ditayangkan TV Nahdlatul Ulama itu, Gus Nadir membahas terkait kebijakan pemerintah untuk menutup tempat ibadah sementara.

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan semata-mata melarang orang untuk ibadah yang kemudian ramai beberapa pernyataan dari tokoh yang menyesalkan bahkan mengatakan Tuhan akan murka.

“Jadi memang kecenderungan nya hal-hal yang masih bisa diganti seperti ibadah di rumah maka ditutup masjidnya. Ini bukan berarti ibadahnya yang dilarang jadi ibadah sholatnya tidak dilarang seperti ibadah qurban ataupun sholat id itu tidak dilarang. artinya kita bisa qurban atau sholat id di rumah asalkan tidak ada kerumunan. Jadi sebetulnya kerumuman nya yang dilarang,” ucapnya. (faber)

Spread the love

Comment here