Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Gus Nadir: Menyanyikan Lagu Indonesia Raya bukan Bid’ah

Jakarta, Dakwah NU
Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-Selandia Baru, Prof Nadirsyah Hosen memberikan penjelasan terkait anggapan bahwa menyanyikan lagu Indonesia Raya adalah bidah.

“Indonesia Raya itu lagu kebangsaan. Diperdengarkan pada momen kebangsaan. Jadi kalau misalkan itu di upacara dan dia peserta upacara, ya dia harus menyanyi karena itu bagian dari upacara,” jelasnya dikutip NU Online, Senin (20/9/2021)

Gus Nadir prihatin dengan adanya penghukuman haram dan bidah saat menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bahkan kelompok yang berpandangan demikian juga menganggap itu bagian dari pemerintahan yang thagut, sebab tidak ada dalilnya.

“Ini yang jadi persoalannya kan di situnya, bukan sekadar mendengar lagunya. Tapi sikap politiknya yang jadi persoalan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, beliau berharap agar masyarakat bisa lebih sadar lagi dengan isu-isu terkait yang kerap kali ditumpangi kepentingan politik.

“Jadi tolong dong, jangan ada politisasi radikal ini untuk kepentingan tertentu. Kita berhadapan dengan yang menari-nari di atas genderang isu ini. Kita harus aware,” jelasnya.

Senada, Yenny Wahid juga mengatakan, agama dan negara sangat bisa disinergikan dan berjalan beriringan. Jika terdapat pertanyaan terkait ‘Pilih Al-Qur’an atau Pancasila?’

Maka beliau menjelaskan bahwa hal itu jelas berbeda. Tidak ditemukan jawaban, karena dari pertanyaannya pun sudah salah.

“Nilai-nilai Pancasila ada semua dalam Al-Qur’an, jelas tidak bertentangan,” ujarnya.

Cucu dari almarhum Gus Dur ini juga mengingatkan masyarakat agar tidak gampang menghakimi karena itu bisa terjadi pembelahan di tengah masyarakat kita.

“Nilai yang kita yakini pasti beda. Setiap orang pasti punya nilai yang berbeda. Gimana caranya kita sebagai bangsa ini bisa memberikan ruang toleransi buat orang yang berbeda dengan kita, tapi jelas untuk sifat yang urusannya dengan kenegaraan, kita harus hormat, kita harus patuhi,” pungkasnya. (fbr)

Latest posts by Abdullah Faqihuddin Ulwan (see all)
Spread the love

Comment here