Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Hikmah

Gus Hayid: Allah Menanti Taubatmu

Jakarta, Dakwah NU
Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH. Muhammad Nur Hayid (Gus Hayid) mengingatkan betapa pentingnya bertaubat dengan sungguh sungguh (taubatan nasuha). 

Taubatan nasuha adalah sadarnya seseorang ketika berdosa kemudian bersegera kembali kepada perintah Allah Swt dan menjauhi segala larangannya dan tidak mengulanginya.

Gus Hayid mengatakan agar tergugah untuk bertaubat setelah melakukan kesalahan, janganlah menumpuk dosa di hati sebab dosa akan mengeraskan hati. Hati yang keras tidak akan menerima hidayah, ibarat ruangan yang pekat dan gelap, cahaya tidak akan bisa masuk, maka kita akan berada dalam kegelapan.

“Kalau umat tedahulu, setelah mereka berbuat dosa langsung diazab. Sedangkan umat Rasulullah seperti kita ini kalau masih berdusta masih ditunggu waktunya masih mau taubat apa engga, kalo mau taubat dihapus dosanya, kalo ngga mau taubat baru diazab oleh Allah kelak nanti di akhirat. Maka segera bertaubat dengan taubatan nasuha,” ujar Gus Hayid dalam Kultum Cahaya Ramadhan, Kamis (6/5).

Perihal sikap orang bertaubat, beliau menjelaskan, salah satunya selalu optimis dengan rahmat Allah SWT dan ampunan Allah SWT. Karena Allah itu maha penerima maaf dan maha mengampuni atas segala dosa dan kesalahan seorang hamba serta maha pengasih dan maha penyayang. Taubat adalah hadiah terbesar, terlebih di bulan suci Ramadhan.

“Para ulama mengatakan, syahruramadhan adalah syahru taubat. Oleh karena itu, kita isi Ramadhan dengan hati yang lapang dan mengharap ampunan Allah. Agar keluar dari bulan suci ini tidak membawa satu helaipun dosa, sehingga menjadi manusia yang bersih dari kesalahan dan kemaksiatan masa lalu,” tuturnya.

Orang yang bertaubat akan kembali lagi seperti bayi yang dilahirkan. Sebab taubat itu membangun kesadaran baru untuk kembali kepada jalan yang diridhoi Allah SWT, sehingga dosa-dosa yang dilakukan dengan taubat menjadi pelebur dosa masa lalunya.

“Allah menerima taubat hambanya dan mengampuni dosa-dosa masa lalunya. Allah maha mengetahui atas apa yang kita kerjakan,” pungkasnya.

Kontributor: Alizah
Editor: Faqih Ulwan

Spread the love

Comment here