Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Daerah

Gubernur Anies Baswedan Sebut PWNU DKI Lakukan Aksi Nyata Bukan Retorika

Jakarta, Dakwah NU
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta yang telah melakukan terobosan dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan wujud kepedulian dan ketelatenan dari tokoh-tokoh panutannya yang dapat dijadikan contoh dan teladan bersama, terlebih dalam menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

 “Alhamdulillah dalam situasi seperti itu, PWNU hadir turun tangan,” tutur Gubernur Anies dalam sambutannya pada acara rutinan Majelis Ilmu dan Shalawat (MAIS) dalam rangka Jakarta Bershalawat, Rabu (4/8) malam.

Adapun wujud nyata PWNU DKI Jakarta adalah melakukan sosialisasi PPKM darurat kepada warga, menganjurkan warga untuk menaati keputusan bahwa kegiatan yang bersifat perkumpulan banyak orang supaya ditiadakan. Semua kegiatan dilakukan di rumah, termasuk kegiatan peribadatan.

Sebagai bentuk respon terhadap kondisi sekarang ini, PWNU DKI Jakarta telah mengeluarkan surat edaran tertanggal 24 Juni lalu tentang penyelenggaran ibadah di masa pandemi. Sejatinya, wabah yang melanda bumi adalah bentuk kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya.

“Kita semua telah ditakdirkan untuk mengemban amanah dan tanggung jawab dalam menghadapi pandemi. Artinya Allah ingin kita kuat dan tegar, serta melakukan upaya-upaya tertentu dan langkah positif yang akan kita pertanggungjawabkan kelak,” imbuhnya.

Pandemi tidak datang 6 bulan sekali, 5 tahun sekali, atau bahkan 50 tahun sekali. Tetapi ratusan tahun sekali. Bukan lantas menjadi khawatir dan risau akan berita yang tertulis di media, “Namun pikirkan dan khawatirlah atas apa yang akan kita pertanggungjawabkan pada Allah suatu saat nanti,” jelasnya.

Bertahun-tahun lagi, sejarawan akan menulis hal ini. Maka upayakan yang terbaik. Supaya anak cucu kita kelak dapat mengambil hikmah dari peristiwa masa lalu.

“Jangan terlalu khawatir tentang apa yang ditulis hari ini di media, tapi khawatirlah atas apa yg ditulis sejarawan di masa yang akan datang,” tutur Pak Anies melanjutkan.

Beliau berpesan kepada seluruh pihak terkait supaya tidak memanipulasi data tanpa ada yang ditutup-tutupi. Semuanya disampaikan secara transparan, apa adanya, sehingga kebijakan yang akan ditetapkan pemerintah relevan dengan kondisi yang ada.

“Tidak ada kesempatan untuk kita tidak menyampaikan apa adanya,” tegasnya.

Melihat kondisi sepuluh hari terakhir, kondisi di Jakarta mulai membaik. Tentunya hal ini bukan hasil kerja keras satu dua orang saja. Melainkan sinergisitas dari seluruh pihak. Sebagai contoh, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) bersama Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya. Dengan kebersamaan, tantangan yang ada dipandang sebagai tantangan kolektif, masalah kolektif, jika ada keberhasilan pun menjadi keberhasilan kolektif.

Ketika Pak Anies berkunjung ke kantor ranting NU di Cipedak, beliau menyampaikan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab konstitusional. Sementara pengurus NU memiliki tanggung jawab moral yang diwujudkan dalam aksi nyata, tindakan konkret, serta melalui pesan-pesan yang benar.

“Jakarta berikhtiar, dan alhamdulillah berkat apa yang tadi saya sampaikan, para alim ulama  yang menjadi contoh, masyarakat dan umat yang mengikuti,” terangnya.

Dua bulan pasca kemerdekaan bangsa Indonesia ada resolusi jihad yang digelorakan oleh Hadratussyekh K.H. Hasyim Asy’ari. Kali ini, PWNU DKI Jakarta menggelorakan resolusi jihad kemanusiaan. Resolusi ini diwujudkan bukan dalam bentuk retoris, melainkan dalam bentuk aksi nyata.

Pandemi menimbulkan dampak yang besar pada beberapa sektor. Pada sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu. Pada sektor agama, kegiatan peribadatan terinterupsi. Pada sektor ekonomi, transaksi dan segala bentuk kegiatan perekonomian banyak yang terhenti.

Namun, semua rencana Allah pasti memiliki hikmah setelahnya. Sebagaimana peristiwa resolusi jihad yang terabadikan dalam sejarah dan selalu dikenang, begitu pula dengan resolusi jihad kemanusiaan pada masa-masa ini. 

“Kita sama-sama mendoakan, kita sama-sama bersolawat. Insyaallah Jakarta bisa segera dibebaskan dari wabah ini,” ajaknya.

Tentang segala hal yang terjadi hari ini, tetaplah berada pada pihak yang benar, pihak yang mengutamakan keselamatan, bukan pihak yang membahayakan kemanusiaan dan menjerumuskan keselamatan. Sehingga yang demikian akan dikenang oleh anak dan cucu kita dan dapat dijadikan ibrah (pembelajaran) serta hikmah.

Lebih lanjut, Pak Anies mengaku bahwa vaksinasi di Jakarta terbukti mengurangi risiko terjadinya perberatan.  Dari 4,2 juta orang yang sudah divaksin, hanya 2,3% yang terpapar Covid-19. Mereka yang terpapar ada yang tidak bergejala dan bergejala ringan, sehingga rumah sakit tidak kewalahan sebab hal ini.

Beliau menganalogikan orang yang vaksin seperti orang yang menggunakan helm ketika berkendara. Tidak lantas terbebas dari kecelakaan, namun ketika terjadi kecelakaan, risiko yang terjadi lebih kecil daripada mereka yang tidak memakai helm.

“Sama dengan vaksin, masih mungkin tertular. Kalaupun tertular bila sudah vaksin, risiko terjadi perberatan, risiko terjadi fatalitas menjadi jauh lebih kecil. Karena itu saya mengajak kepada semua untuk memanfaatkan fasilitas vaksinasi,” imbuhnya.

Melakukan vaksinasi sangat berbeda dengan bansos. Jika dalam penyelenggaraan bansos, semua warga berbondong-bondong datang dan bahkan ada yang tidak kebagian.

Tetapi jika vaksinasi, perlu disiapkan tenda, vaksinator, dan orang yang mau divaksin. Jika disiapkan vaksin dalam jumah banyak sementara yang datang sedikit, sudah jelas yang tercatat dalah sesuai jumlah yang divaksin.

“Kita berharap ikhtiar ini bisa tuntas, hari ini sudah 7,8 juta orang yang sudah divaksin. Tapi kita haus terus sampai seluruh warga Jabodetabek tervaksin, bukan hanya warga DKI, tapi semua warga yang berkegiatan di DKI,” paparnya.

Ini adalah wujud ikhtiar lahiriah. Sedangkan ikhtiar batiniah diwujudkan dengan doa, solawat, dzikir, dan taqarrub kepada Allah. Dengan adanya pelipatgandaan ikhtiar ini, semoga Allah menunjukkan jalan-jalan yang belum terpikirkan sebelumnya, serta segera dimusnahkan wabah dari muka bumi ini.

Sehingga kegiatan akan kembali berjalan normal, dapat kembali memakmurkan masjid, menghidupkan majelis-majelis taklim, merayakan suasana pendidikan di sekolah, pondok pesantren, dan madrasah-madrasah.

“Kami sampaikan sekali lagi, terima kasih dan apresiasi, terima kasih  kepada Kiai Muhyiddin Ishaq yang saya hormati, terima kasih kepada Kiai Samsul Ma’arif atas kepemimpinannya, atas arahannya. Insyaaallah seluruh ikhtiar ini ditemukan dengan ridho-Nya, sehingga segera mencapai realisasinya,” tutupnya. (red)

Kontributor: Alvina Maghfiroh
Editor: Faqih Ulwan

Spread the love

Comment here