Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Fenomena Ustadz Dadakan, Kiai Said : Gus Dur Sudah Pernah Prediksi

Jakarta, Dakwah NU
“Yang tidak bisa agama, jangan sekali-kali bicara agama, nanti salah semua”

“Ada seseorang yang baru pakai jilbab dua hari, tapi sudah berani ngomong bid’ah sana-sini”

Dua ungkapan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Said Aqil Siroj, disampaikan kembali oleh Najwa Shihab dalam kesempatan wawancara di acara Narasi TV, Ahad (15/03/19).

Menurut KH. Said Aqil Siroj, prediksi Gus Dur mengenai fenomena adanya ustadz dadakan sudah benar terjadi. Beliau mengatakan, bahwa prediksi tersebut disampaikan saat Gus Dur masih menjabat sebagai ketua umum PBNU. Disebutkan bahwa Gus Dur mendapatkan isyarat dari Allah untuk bisa melihat masa depan.

“Nanti akan datang masa ada orang bukan keturunan pesantren dipanggil ustadz”, tuturnya menirukan kalimat Gus Dur.

Kemudian beliau melanjutkan, untuk praktek dan menerapkan ke masyarakat tidak bisa dengan instan. Beliau mencontohkan apabila seseorang membaca buku keilmuan yang baru ia baca, tidak sampai langsung menjadi ahli dan bisa diterapkan di masyarakat.

“Sama dong, seperti saya baca buku kedokteran, sudah selesai baca, ya paham dikit-dikit lah, trus pasang papan nama, Said Aqil menerima pasien dari jam 08.00-10.00, kira-kira bisa ga tu?,” imbuhnya tegas

“Saya baca buku tentang komputer, tentang mesin lah, sudah baca satu buku, pasang menerima servis komputer, ya nggak bener dong,” tegasnya melanjutkan.

Melalui dua hal tersebut, beliau bermaksud mengajak masyarakat untuk bisa menempatkan diri sesuai dengan keahlian masing-masing dan melarang bicara yang mereka sendiri tidak paham. Kiai Said menganggap bahwa fenomena ustadz dadakan sangat berbahaya.

“Sangat sangat sangat berbahaya. Kalau orang sesama Islam saja gampang mengkafirkan, very-very danger. Tidak ada danger selain itu. Yang Islam itu seperti apa? Hanya mereka saja, yang lain kafir gitu? Orang NU kurang begitu Islam karena pakai sarung, batik, kopiah bukan gamis gitu?,” tegas wakil organisasi keagaman dunia ini.

Menurut penilaian ketua umum PBNU yang telah menjabat selama dua periode tersebut, Islam bukan dinilai dari pakaian, melainkan dari kebaikan dengan sesama dam dengan akhlak

Islam al muslimu man salimal muslimūna min lisāni. Islam bukan pakaian. Orang Islam adalah orang yang tidak menggangu orang lain dengan lisan maupun tangannya,” terangnya.

Melihat fenomena ustadz dadakan tersebut, KH. Said Aqil mengajak setiap orang untuk bersikap profesional.

“Mari kita profesional. Yang bicara agama ya ahlinya dong, bicara teknologi ya teknokrat, bicara politik ya politisi, bicara ekonomi ya ekonom, bicara pertanian ya insinyur pertanian. Tolong yang bukan ahli agama, jangan bicara agama,” ajaknya memerhatikan umat.

Terakhir beliau berpesan kepada masyarakat agar cerdas memilih ustadz yang memang ahli agama. Beliau juga menjelaskan bahwa NU memiliki berbagai lembaga dakwah yang mengisi khutbah-khutbah di masjid, namun beberapa memang tidak diterima masyarakat dengan alasan kurang semangat jihad.

“Jihad itu bukan hanya ngomong keras, jihad itu membawa kebaikan, membangun sesuatu untuk kebaikan,” pungkasnya. (Ahn)

Kontributor: Fadhillah Berliannisa (Mahasiswi Univ Diponegoro)

Editor : Faqih Ulwan

Spread the love

Comment here