Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Internasional

Dialog Publik, Kemenangan Taliban di Afghanistan: Indonesia Harus Buka Mata

Jakarta, Dakwah NU
Beberapa waktu belakangan ini konflik yang terjadi di Afghanistan ramai diperbincangkan, kemenangan Taliban di Afghanistan dan dampaknya,

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai wadah pemersatu ummat, menggelar diskusi publik membahas terkait dengan kemenangan Taliban. Diskusi tersebut dihadiri oleh pembicara yang secara keilmuwan serta pengalaman berada pada ranah tersebut.

Yakni, KH As’ad Said Ali (Wakil Ketua Umum PBNU 2010-2015), Zacky Khoirul Umam (Pemerhati Dunia Islam), dan Nasir Abbas (Mantan JI).

Nasir Abbas menjelaskan terkait dengan budaya orang Afghanistan yang sangat kuat akan pemahaman Hanafinya. Sehingga jika ada orang yang tata cara ibadahnya berbeda dengan mereka, maka akan di cap sebagai wahabi.

“Kekacauan mereka ini sebenarnya kekacauan politik dan ideologi,” tutur Nasir Abbas dalam dialog tersebut, Kamis (19/8).

Beberapa informasi yang didapat dari teman-teman NU di Afghanistan, situasi di Afghanistan masih mencekam, karena memang masih transisional, butuh waktu seminggu untuk dinetralkan.

Dalam dialog yang digelar oleh PBNU tersebut, KH. As’ad mempertanyakan terkait dengan apakah pemerintah akan eklusif melibatkan banyak pihak, apakah HAM terhadap perempuan ditegakkan, serta pelepasan tahanan yang ada di Afghanistan.

“Yang saya belum dengar adalah sikap ekslusif dari Al Qaeda dan ISIS,” tuturnya.

Pihak ISIS mengklaim bahwa Afghanistan adalah daerah jihad selanjutnya. Mengapa? Karena Taliban jadi rebutan dari segi ekonomi dan politik.

“Ketika Mujibil menjabat di pemerintahan, Amerika meminta 15 pangkalan militer, Inggris minta 3 pangkalan militer, umtuk mengincar tambang-tambang yang ada di Afghanistan, terutama minyak,” jelas Kiai As’ad Said Ali.

Peran NU sebagai mediator perdamaian selama beberapa tahun ini sifatnya masih hidden karena banyak faktor yang masih terkait dengan keamanan.

“Tahun 2019 Menteri Luar Negeri kita Bu Retno mengatakan bahwa ada keterlibatan Indonesia terhadap Afghanistan,” ucap Zacky Khairul Umam.

Dengan ini Taliban termasuk salah satu aktor yang aktif dijadikan sebagai masa depan Afghanistan. Di sana publik baru lihat bahwa adanya peran Indonesia terhadap media internasional.

Dengan hal ini masyarakat Indonesia harus tetap membuka mata untuk tetap peduli dengan isu-isu yang terjadi secara internasional sebagai bahan evaluasi untuk negeri sendiri, selain itu ajang untuk menjaga ketentraman Negara Indonesia. (red)

Kontributor: Nurul Hafizdatul Muhajirah
Editor: Faqih Ulwan

Keterangan Foto:
Kunjungan 8 orang Taliban, dipimpin wakil komandan Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar di PBNU Jakarta, Selasa 30 Juli 2019

Spread the love

Comment here