Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Di Hadapan Menag RI, PMI Asuhan Kiai Enha Jadi Pilot Project Kemandirian Pesantren

Jakarta, Dakwah NU
Sejumlah Pengurus Pondok Pesantren Motivasi Indonesia (PMI) yang dipimpin langsung oleh pengasuhnya, KH. Ahmad Nurul Huda Haem, yang akrab disapa Kiai Enha, melakukan audiensi terkait Kemandirian Pesantren dengan Menteri Agama pada Senin, 8 Februari 2021 di Kantor Kementerian Agama RI, Jalan MH. Thamrin, Jakarta.

Audiensi berlangsung dengan hangat, akrab, semangat dan sarat gagasan. Kiai Enha mengatakan, “Ini audiensi paling progresif yang saya rasakan, Gus Menteri benar-benar pribadi humble dan apresiatif, apalagi saat Pesantren Motivasi Indonesia menyampaikan program yang sudah berjalan yaitu sebagai Pusat Distributor Produk UKM di Kabupaten Bekasi.”

Menteri Agama KH Yaqut Cholil Qoumas sangat antusias mendengar program ini, ia teringat pesan Presiden Jokowi sesaat setelah dirinya dilantik sebagai Menteri, “Saya dipanggil khusus oleh Pak Presiden mengenai Kemandirian Pesantren, bahkan diberikan waktu sangat pendek, konsep kemandirian pesantren ini harus selesai dalam enam bulan”, ujarnya.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Gus Menteri menyampaikan bahwa ia telah menugaskan jajarannya untuk membuat kajian awal terkait kemandirian pesantren. Menurut Menag, pemetaan awal ini amat penting guna memberikan treatment yang tepat bagi tiap-tiap pesantren.

Apalagi, saat ini terdapat sekitar 31ribu pesantren di Indonesia. “Karena tiap pesantren itu kan berbeda kebutuhannya. Karenanya kita perlu tahu untuk mengklasifikasi dan memberikan dukungan yang tepat,” cetus Menag.

Menurut Menteri Agama, program Pesantren Motivasi sebagai Pusat Distributor Produk UKM Kabupaten Bekasi bisa menjadi pilot project dan ditularkan ke pondok pesantren lain, karena tantangan pesantren saat ini adalah bagaimana mencapai kemandirian secara finansial.

“Keberhasilan PMI dalam pemberdaayaan ekonomi ini bisa menjadi prototype bagi pesantren lain yang ada di Indonesia. Bahkan kalau bisa berjejaring lebih baik lagi. Titik tekannya itu kemandirian,” pesan Menag.

Audiensi Pengurus Pondok Pesantren Motivasi Indonesia (PMI) dengan Menteri Agama RI tentang Kemandirian Pesantren di Kantor Kementerian Agama RI, Senin (8/2).

Sementara itu, Kiai Enha menjelaskan mengapa dirinya sangat antusias terhadap UMKM, karena dengan menggandeng UMKM di sekitar pesantren bukan hanya akan menghidupkan ekonomi warga tetapi juga berbagi peran dengan jelas dan saling menguntungkan, UMKM bisa fokus pada produksi dan pesantren memasarkan.

“Saat ini ada dua konsep pemasaran yang dilakukan, offline dan online. Secara offline, Pesantren Motivasi telah membangun gerai PMI Mart sebagai pusat distributor produk UKM. Secara online Strategi pemasaran yang digunakan dengan menggunakan SEO (Search Engine Optimization), SEM (Search Engine Marketing) dan social media,” ujar Kiai Enha yang juga Ketua Divisi Usaha dan Pengembangan Ekonomi Umat LD PBNU ini.

Selain itu, Kiai Enha juga melaporkan kepada Menteri Agama, bahwa Pesantren Motivasi Indonesia sendiri memiliki dua bisnis utama yang menjadi penopang kemandirian pesantren. Pertama adalah Arsy Buana Travelindo yang bergerak dalam jasa pariwisata yang saat ini tengah dalam proses Initial Public Offering (IPO) dan dalam waktu dekat akan segera melantai di pasar modal. Kedua, UKM yang memproduksi roti, kopi dan sabun. Untuk produksi roti, Pesantren Motivasi mendapat support penuh dari Bogasari Baking Center.

Menteri Agama sendiri sangat antusias dan memberikan apresiasi kepada Pesantren Motivasi Indonesia yang berlokasi di Setu, Bekasi dan diharapkan dapat menginspirasi pesantren-pesantren lain. “Secara khusus Pak Menteri juga mengundang Pesantren Motivasi untuk terlibat dalam Forum Group Discussion (FGD) mengenai pengembangan ekonomi Pesantren yang akan diselenggarakan selama dua hari di Jakarta,” tandas Kiai Enha mengakhiri. (fqh)

Spread the love

Comment here