Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

InternasionalNasional

Dasar Pelaksanaan Istighotsah Karena Kita Butuh Allah

Jakarta, LD-PBNU – Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD-PBNU) menyelenggarakan acara rutinan bulanan istighotsah dan pembacaan shalawat thibbil qulub untuk indonesia aman dari bencana, sekaligus ngaji bareng Gus Kautsar. Rangkaian acara istighotsah diselenggarakan di halaman gedung PBNU jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada hari Senin, malam Kamis (26/02/2020).

Acara istighotsah kali ini diawali dengan hataman Al Qur’an 30 Juz ba’da shalat Maghrib berjamaah, dilanjutkan dengan shalat isya’, setelah shalat isya’ berjamaah diteruskan dengan istighotsah, tahlil, dan pembacaan riwayat nabi Muhammad SAW, yang dipimpin langsung oleh ketua panitia, yaitu KH. Misbahul Munir Kholil, Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU.

Seremoni istighotsah dipandu pembawa acara Gus Imadulldin sekalgus mengawali dengan pembacaan ummul kitab. Lalu diteruskan dengan sambutan Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH. Agus Salim. Dalam sambutannya KH. Agus Salim mengatakan bahwa Lembaga Dakwah menyelenggarakan istighotsah atas dasar kebutuhan kita kepada Allah Subhanahu Watata’ala, baik untuk keselamatan kehidupan di dunia maupun keselamatan di akhirat, terutama untuk keamana dan keselamatan bangsa.

“Kita ini butuh Allah, enggak mungkin kita bisa lepas dengan Allah. Kita butuh Allah agar kita semua mendapatkan keselamatan dunia akhirat, agar Allah menyelamatkan bangsa dan negara kita, terutama dengan virus corona, tidak ada lain kecuali memohon kepada Allah agar kita diselamatkan,” Kyai Agus Salim menyampaikan.

Dalam sambutannya Kyai Agus Salim juga mengeaskan, bahwa keberadaan obat untuk mencegah atau mengobati penyakit, termasuk virus corona adalah sebagai wasilah saja. Pada dasarnya yang menyembuhkan manusia dari penyakit hanyalah Allah.

“Ini tetap yang menyembuhkan, yang melindungi kita hanyalah Allah,” ujarnya.

Dakwah merupakan tugas para nabi dan rasul, selanjutnya diteruskan oleh warasahnya yaitu para ulama. Sebagai tempat berkumpulnya ulama, maka Nahdlatul Ulama mempunyai tanggungjawab yang dama mengemban misi dakwah, dan Lembaga Dakwah PBNU sebagai ruhnnya PBNU dalam dakwah.

“Jadi di PBNU, di PWNU, di PCNU, lembaga dakwah NU ini ruh. Apa jadinya jasad tanpa ruh, itu sama saja dengan mayit, begitu juga ruh tanpa jasad namanya memedi,” katanya.

Seiring berkembangnya zaman, alat atau media yang dipakai dalam berdakwah juga harus mengikutinya, termasuk memanfaatkan media sosial seperti Youtube. Dalam rangka menguasai ranah media sosial, pihaknya pun mengadakan program 36 ribu dai medsos.

“Jadi kita galakkan di semua provinsi, di setiap PWNU harus ada yang namanya pelatihan Dai milenial, dan kita sudah lakukan itu,” kata belaiu.

Istighotsah kali ini juga diisi dengan penggalangan Koin Muktamar melalui Nu Care-Lazisnu, dari jamaah istighotsah dan pembacaan shalawat thibbil qulub untuk indonesia aman dari bencana, sekaligus ngaji bareng Gus Kautsar. Ikut hadir dan memberikan pengarahan pengurus PBNU Bidang Dakwah dan Masjid KH. Abdul Manan Ghani, pengurus Lembaga Dakwah PBNU, para alumni pondok Ploso, dan Gus Kautsar. (ASR)

Abdus Saleh Radai
Spread the love

Comment here