Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Daerah

Dalam Rangka Menjemput Qiyamul Lail, MWC NU Tembalang Gelar Sholat Tarawih Seratus Rakaat

Semarang, Dakwah NU
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Tembalang menyelenggarakan dua kegiatan selama bulan Ramadan 1442 Hijriah, yakni santunan anak yatim piatu dan sholat tarawih seratus rakaat.

Pertama, kegiatan santunan anak yatim piatu yang diselenggarakan bersama dengan Lazis NU Kota Semarang pada Sabtu sampai Ahad, 24-25 April 2021. Santunan berupa pembagian bahan pokok dan sejumlah uang kepada yatim piatu.

“Penyaluran berupa 40 bungkus beras dan sejumlah uang saku di kantor MWC Kecamatan Tembalang. Setiap kelurahan mendapat tiga jatah,” ujar Ketua MWC NU Kecamatan Tembalang, K.H. Muhammad Syahid al-Baihaqi, Senin (26/4/21).

Kemudian, Kiai Syahid menjelaskan bahwa 40 bungkus santunan tersebut dibagi rata di tiap pengurus kelurahan, Fatayat PAC, Muslimat, IPNU dan IPPNU serta GP Ansor. Setelah itu, dari mereka akan menyalurkan kembali ke pihak yatim piatu yang ada di wilayah mereka.

Kedua, pelaksanaan sholat tarawih berjamaah seratus rakaat, dalam rangka menjemput Qiyamul Lail. Rencananya, sholat akan dilaksanakan di Masjid Nurul Iman pada Jum’at, 30 April 2021 dan diimami langsung oleh Habib Ahmad Assegaf.

Kiai Syahid menyebutkan bahwa dalam kegiatan ini, pengurus MWC turut mengundang seluruh perwakilan pengurus NU Kecamatan Tembalang, Banom, Banser dan jamaah secara umum dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Lebih lanjut, terkait makna sholat tarawih seratus rakaat, beliau menjelaskan bahwa itu hal yang pernah dicontohkan Nabi Muhammad Saw.

“Dulu Nabi pernah menjalankan sholat tarawih seratus rakaat dan itu populer di zaman sahabat Usman. Kalau dulu Rasul kan sholat malam batasnya mengkhatamkan Al Qur’an dalam satu malam. Itu kemudian ditafsirkan oleh para fuqaha, bahwa khataman yang dilakukan oleh Nabi itu disetarakan dengan sekitar 100 rakaat sholat,” terangnya.

“Nanti sholatnya santai kok, sholat, pemberian materi atau kultum, nanti dilanjutkan sholat lagi,” beliau menambahkan.

Kiai Syahid berharap dengan diadakannya sholat tarawih seratus rakaat ini, dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar dalam turut mewujudkan negara yang aman.

“Yang lebih penting juga masyarakat itu nanti kembali ke kepercayaannya lagi, bahwa pandemi itu datangnya dari Allah yang harus kita hadapi dengan bijak dan ikhtiar,” pungkasnya. (fqh)

Spread the love

Comment here