Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Internasional

Covid-19 India Bisa Tembus 500 Ribu, dr Makky Ingatkan Pentingnya Prokes

Jakarta, Dakwah NU
Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dr Makky Zamzami mengingatkan ledakan kasus India merupakan rekor luar biasa. Kasus Covid-19 pada gelombang ketiga ini diperkirakan bisa tembus 500 ribu kasus per hari. Dari tracing, acara besar keagamaan menjadi sumber ledakan kasus di Negeri Bollywood itu.

“Kasus di India ini kan, sangat luar biasa, pecah rekor dunia. Kenaikan melebihi setengah juta lebih per hari, itu luar biasa sekali. Ini timbul bahkan setelah salah satu menterinya menyatakan bahwa India sudah terbebas dari Covid-19. Setelah itu langsung pecah,” kata dr Makky di Gedung PBNU Jakarta, Rabu (28/4).

Menurut Makky setelah dilakukan penelusuran (tracing) sumber penyebaran, ternyata acara keagamaan menjadi pemicu. India dan sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia memang memiliki acara dan tradisi keagamaan yang kental di masyarakat.

“Kalau kita tracing, dari mana sih mulai tingginya (kasus di India)? Yaitu dari acara besar keagamaan, dari situlah muncul penyebaran yang sangat besar,” kata dr Makky.

Untuk itu, PBNU mengajak masyarakat belajar dari kasus melonjaknya kasus Covid-19 di India. Padahal Februari 2021, Perdana Menteri India Narendra Modi yakin mengatakan negara itu telah mampu menginspirasi dunia dalam perang melawan Covid-19 dengan penurunan kasus di kisaran angka 5.000 per hari.

Namun yang terjadi sekarang kasus meledak dahsyat. Data worldometers pada Rabu (28/4) India yeng menempati peringkat kedua dunia dalam kasus tertinggi Covid-19, tercatat total kasus 18.368.096 dengan kasus baru 379.459, kasus meninggal 204.812, kasus sembuh 15.078.276 dan kasus aktif 3.085.008. Angka kasus Covid-19 terus meningkat dari hari ke hari dan diprediksi bisa tembus 500 ribu kasus.

Untuk itu, masyarakat Indonesia yang juga memiliki tradisi dan acara keagamaan yang bisa memicu kerumuman agar bisa mengendalikan diri untuk menjaga tren penurunan kasus positif Covid-19 di Indonesia. Cara mempertahankan tren positif itu, kata Makky, dengan tetap waspada dan selalu mematuhi protokol kesehatan di setiap agenda, aktivitas, dan kegiatan apapun.

Secara prinsip, Makky menegaskan Covid-19 hingga kini tetap ada dan nyata, bahkan masih akan menular. Saat ini mutasi virus Covid-19 masih ada di gelombang kedua. Namun bisa jadi sedang menuju gelombang ketiga atau keempat.

“Karena kita ini belum secara menyeluruh punya kekebalan. Semakin banyaknya tertular, maka potensi mutasi virus tersebut akan sangat besar. Saat ini ada beberapa mutasi-mutasi yang ditemukan di India, karena memang sangat besar sekali penyebaran kasusnya, sehingga akan berkemungkinan muncul virus-virus baru,” katanya.

Bahkan menurutnya, terdapat pemeriksaan Covid-19 yang tidak bisa terdeteksi oleh tes swab PCR. Lantaran virusnya masuk dan mengendap di paru-paru, tidak di saluran pernapasan. Kasus di India itu harus dijadikan pembelajaran bagi warga Indonesia di saat ini kasus positif Covid-19 sudah menurun.

“Ditambah lagi (di Indonesia) ada program vaksinasi yang saat ini sedang dikerjakan oleh pemerintah. Caranya tetap bahwa kita tetap waspada dan tidak ada lagi tuh kumpul-kumpul tanpa ada protokol kesehatan,” katanya.

Saat ini banyak potensi-potensi dari masyarakat yang bisa jadi dapat memincu penularan seperti dengan India. Salah satu kasus terbaru adalah kerumunan Jakmania saat selebrasi merayakan prestasi Persija Jakarta yang berhasil memperoleh gelar juara di Piala Menpora 2021. “Nah ini menjadi kewaspadaan tersendiri untuk kita,” katanya. (red)

Spread the love

Comment here