Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Daerah

Coaching Fasilitator Wilayah Keerom Papua bersama Team Leader LD PBNU

Keerom, Dakwah NU
Team Leader Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) pada hari ketiga, Ahad (29/11) menggelar coaching kepada fasilitator program kejar mutu melalui pendampingan psikososial dan penguatan implementasi modul pembelajaran Sekolah Dasar di wilayah 3T (Terbelakang, Terluar, Tertinggal) di Kabupaten Keerom Papua.

Sebagai informasi, pelaksanaan pengabdian ini, sudah ditentukan lokasinya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Team leader bertugas untuk menyampaikan program akselerasi kerjar mutu untuk sekolah dasar dari pusat (Kemendikbud RI) ke daerah-daerah yang dituju, salah satunya di Kabupaten Keerom, Papua.

Coaching Team Leader LD PBNU dengan Fasilitator Lokal Kab Keerom Papua

Tim pengabdi dari Lembaga Dakwah PBNU yang terdiri dari Abdus Saleh Radai (ASR), Abdul Qodir, dan Abdullah Faqihuddin Ulwan ini bersama lima orang fasilitator lokal berhasil menghadirkan suasana yang hangat pada saat coaching.

Pada kesempatan coaching kali ini, Abdul Qodir sebagai Narasumber utama menyampaikan bahwa “Coaching ke fasilitator itu bertujuan membekali mereka dalam penyampaian modul pebelajaran Sekolah Dasar ke guru-guru dan orang tua siswa agar para siswa dapat memimpin pembelajarannya secara mandiri,” terangnya.

Iapun memberi penekanan bahwa Team Leader LD PBNU yang digandeng Kemendikbud ini berfungsi sebagai pendamping sekaligus supervisor bagi fasilitator wilayah untuk memastikan bahwa kebermanfaatan sebuah modul tersebut sampai kepada guru, orang tua dan siswa setempat dengan output yang menjadi harapan berupa tercapainya kemandirian siswa dalam belajar.

“Pada intinya pendampingan yang kita lakukan agar modul tersampaikan dan tercapainya kemandirian siswa dalam memimpin pembelajaranya secara mandiri,” tutur Abdul Qodir, Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia akarta (UNUSIA).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa momentum coaching tersebut dimanfaatkannya untuk mensosialisaikan bagaimana Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kepada fasilitator wilayah terkait numerasi dan literasi sebagai titik tekan implementasi isi modul pembelajaran kejar mutu dari kemendikbud tersebut.

Terdapat beberapa strategi yang disampaikan team leader kepada fasilitator wilayah untuk menyukseskan program kejar mutu Pendidikan Sekolah Dasar melalui pendampingan psikososial dan penguatan implementasi modul, di antaranya adalah Grounded Strategy. Strategi ini merupakan langkah awal bagi fasilitator untuk menggali informasi permasalahan maupun menghimpun berbagai data di lapangan.

Langkah pertama G: grab the data yaitu menghimpun data apa yang kita butuhkan misal data guru dan orang tua, dan siswa. Kedua R: rank the problem contoh BDR (belajar dari rumah) secara daring atau luring, gimana dengan alat pendukungnya?, Ketiga O: observe the situation and interaction melihat situasi dan kondisi setempat (yang tesebar di tiga kecamatan, jarak antar sekolah yg sangat jauh).

Keempat U: use the tool, metode, models, knowledge and strategy; Grow model, blue ocean leadership, 4Dx, dan score board. Kelima N: navigate project menguasai rencana kegiatan dan manajemen resiko. (lokasi kegiatan, karakteristik kegiatan, sikon kegiatan).

Keenam D: Determine the resource menentukan metode belajar, orang tua, guru dan fasilitator. Ketujuh E: Educate the team and Empower the resource dengan coaching, presentasi, simulasi, dan praktek. Kedelapan D: dare to action and decicion yaitu penentuan jadwal kegiatan, kapan berangkat, kelengkapan team, memastikan tim fasilitator dapat melaksanakan kegiatan denganmaksimal.

Mengakhiri kegiatan ini, team leader dan fasilitator wilayah berencana berkunjung ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Keerom Papua pada esok hari, Senin (30/11/2020) untuk berkomunikasi dengan dinas pendidikan setempat terkait program kejar mutu pendidikan sekolah dasar.

Hasil dari coaching ini, ditemukan berbagai data baru dan permasalahan baru terkait dengan program, sehingga data tersebut dapat bermanfaat untuk digunakan dan data tersebut dapat mengeksplorasi problem solving dari permasalahan yang ada. (fqh)

Spread the love

Comment here