Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Hikmah

Bunuh Diri Tergolong Dosa Besar

Jakarta, Dakwah NU
Rakyat Indonesia kembali dikejutkan dengan peristiwa bom bunuh diri yang terjadi pada Ahad, (28/3/2021), sekitar pukul 10.28 Wita di depan Gereja Katedral Makassar.

Dengan peristiwa itu sangat terasa bahwa penerapan sikap toleransi yang semestinya dijunjung oleh semua agama jauh panggang dari api.

Peristiwa bom bunuh diri di depan gereja Katedral di Makassar sangat melukai nilai-nilai kebersamaan antar umat beragama.

Kejadian tersebut bukan hanya melukai perasaan pemeluk agama katolik yang sedang melakukan ibadah di gereja tersebut, tetapi juga melukai umat beragama rakyat Indonesia.

Sikap dan paham intoleransi, radikal dan tindakan sparatis dengan cara bunuh diri dikecam oleh agama apapun, terlebih agama Islam dan perbuatannya tergolong dosa besar.

Pelaku bom bunuh diri bisa disebut dosa besar sebagaimana dijelaskan dalam kitab Is’ad al-Rofiq ;

مِنَ الكَبَائِرِ قَتلُ الإنْسَانِ نَفسَهُ لِقَولِه عَليْهِ الصَّلاةُ وَالسَّلامُ مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقتَلَ نَفْسَه فَهُو فِى نَارِ جَهَنّمَ يَترَدَّى فِيهَا خَالِدًا مُخَلدًا فِيهَا ابَدًا

“Termasuk dosa besar adalah bunuh diri, sebagaimana sabda Nabi SAW: “Barang siapa bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari ketinggian gunung maka akan masuk neraka jahanam dengan terlempar selama-lamanya.”

Ulama sepakat bawa bunuh diri tergolong perbuatan dosa yang paling besar setelah syirik kepada Allah. Allah berfirman: “Janganlah kalian semua membunuh jiwa yang diharomkan oleh Allah kecuali dengan jalan yang haq”

Menurut Imam At-Thobari orang yang melakukan makar, memberontak pemerintahan yang sah, apalagi sampai melukai orang lain wajib diberi sangsi, bahkan sangsinya bisa berupa hukuman mati, jika dampak perbuatannya menyebabkan mafsadah dan bahaya yang merata dikalangan masyarakat.

إنّمَا جَزَآءُ الذِينَ يُحَارِبُونَ اللهَ وَرسولَهُ وَيَسْعَونَ فِي الأرْضِ فَسَادًا أنْ يُقتلُوا أوْ يُصَلبُوا أوْ تُقَطَّع أيْدِيهِمْ وأرْجُلِهمْ مِنْ خِلافٍ أوْ يُنْفَوا مِنَ الأرْضِ ذَلكَ لَهُم خِزْيٌ فِي الدُنيَا وَلهُم فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظيمٌ

Balasan bagi orang yang memusuhi Alloh dan utusan-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi adalah dibunuh atau disalib atau dipotong kedua tangan dan kakinya secara bergantian (selang seling) atau disingkirkan dari muka bumi. Itu semua adalah balasan di dunia sedangkan balasan di akhirat adalah adzab yang sangat besar. (Tafsir At-Thobari, juz 6, halaman 205)

oleh:
Ustadz AMA (Abdul Muiz Ali)
Pengurus Lembaga Dakwah PBNU
Duta Pancasila BPIP

adminpbnuku
Spread the love

Comment here