Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

InspriasiTokoh

Bukti Sifat Tawadhu K.H. Hasyim Asy’ari Menurut Habib Novel Alaydrus

Jakarta, DAKWAH NU
Habib Novel bin Muhammad Alaydrus atau lebih dikenal dengan Habib Novel memberikan penjelasan mengenai bukti sifat tawadhu yang dimiliki oleh Mbah Hasyim Asy’ari dalam tayangan video channel YouTube 164-Channel-Nahdlatul Ulama yang diunggah pada Jumat (8/1/2021).

Dalam tayangan tersebut, Habib Novel menyebutkan bahwa Mbah Hasyim Asy’ari memiliki sifat tawadhu yang sangat luar biasa kepada Allah, meskipun beliau adalah seorang yang berilmu tinggi. Salah satu buktinya terdapat dalam surat karangan Mbah Hasyim, yang mukadimahnya berbunyi “Min aqolil kholiqoh (dari saya makhluk Allah yang paling paling rendah paling kecil).”

“Dengan kata pembuka, min aqolil kholiqoh, Mbah Hasyim Asy’ari, seorang ulama besar yang kita ketahui ilmunya luar biasa, kesholihannya luar biasa, beliau mengatakan min aqolil kholiqoh (dari saya makhluk Allah yang paling paling rendah paling kecil. Kemudian setelah merasa dirinya kecil, beliau menambahkan, pada hakikatnya saya seorang yang nggak punya apa-apa dan bukan siapa-siapa,” tutur Habib.

Melihat hal tersebut, kemudian Habib Novel mengajak semua masyarakat untuk bisa merenungkan dan meniru sikap Mbah Hasyim Asy’ari, karena hal ini sesuai dengan sabda Nabi yang mengatakan, “Barang siapa merendahkan diri, maka Allah mengangkat derajatnya setinggi-tingginya.”

“Seperti ini yang kita butuhkan, ilmu tidak akan masuk ke dalam sanubari kita kalau hati kita masih meninggi, kita nggak akan dapet ilmunya para wali, para ulama kalau hati kita masih meninggi kepada siapapun dari makhluk Allah SWT,” jelas Habib.

Menurut Habib, bukti keilmuan seseorang adalah ketika betul-betul bisa merendahkan diri di hadapan Allah SWT, bukan hanya merendahkan diri karena kata-kata saja. Sedangkan salah satu bentuk keilmuan yang berkah dan manfaat, juga ada pada Mbah Hasyim Asy’ari. Meskipun beliau sudah berada di alam barzah, tetapi ilmunya sampai sekarang dikaji di alam dunia oleh banyak orang.

“Sudah berapa lama, apa yang membuat itu terjadi, harus kita cari, apa ya yang membuat ilmunya Mbah Hasyim Asy’ari berkah dan manfaat. Ternyata saya lihat yang saya dapatkan beliau orang yang sangat tawadhu dan punya semangat yang luar biasa,” jelas Habib.

Lebih lanjut, melihat banyaknya fenomena ulama yang wafat akhir-akhir ini, Habib Novel menyampaikan pesan penting kepada para penerus beliau-beliau.

“Sekarang kita mendengar berita-berita yang menyedihkan tentang wafatnya para ulama, maka kita harus perbaiki hati kita, betul-betul kita sadar. Saya nggak punya apa-apa, saya bukan siapa-siapa, tapi saya pengen menjadi sesuatu yang paling berharga di hadapan Allah SWT,” ucap Habib meyakinkan.

Dalam kesempatan tersebut, tidak lupa Habib Novel juga mendoakan agar keberkahan Mbah Hasyim Asy’ari sampai kepada para Ulama sekarang dan mengajak masyarakat untuk terus berdoa.

“Mari kita banyak-banyak berdoa kepada Allah ta’ala, setiap habis sholat mendoakan muslimin wal muslimat, agar semua diberi kesehatan panjang umur ketaatan, kebahagiaan sehingga wabah ini segea dicabut oleh Allah ta’ala, dan juga musibah dengan banyaknya wafatnya ulama ini oleh Allah ta’ala diganti dengan kenikmatan dengan dimunculkanya ulama-ulama yang gak keliatan, yang sholih agar memberikan keberkahan kepada kita semua.” (fqh)

Kontributor: Fadhilla Berliannisa
Editor: Faqih Ulwan

Spread the love

Comment here