Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Internasional

Begini Respon Wakil Ketua LD PBNU Terkait Pernyataan Presiden Prancis

Jakarta, Dakwah NU
Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Muhammad Nur Hayyid mengecam keras pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang mendukung penerbitan karikatur nabi Muhammad oleh majalah satir Charlie Hebdo dan menyebutnya sebagai kebebasan berekspresi.

Selain itu, ia juga memprotes pernyataan Macron yang menyudutkan Islam seperti istilah melawan ‘separatisme Islam’ menyebut ‘Islam dalam krisis di seluruh dunia’ pasca adanya kasus pemenggalan guru sejarah Samuel Paty.

Gus Hayid, begitu ia disapa, menilai pembiaran terhadap Charlie Hebdo yang telah berulangkali menerbitkan karikatur nabi Muhammad justru telah menciderai demokrasi Prancis dan memantik reaksi negara-negara Muslim.

“Kita mengecam dan sangat menyesalkan apalagi itu statemennya pimpinan negara. Membiarkan Charlie Hebdo terbit itu bagian mencederai kebebasan yang menjadi ruh demokrasi. Sebagaimana pun bebasnya, tetap ada koridornya tidak menghinakan, melecehkan, menyakiti perasaan lainnya,” kata Gus Hayid seperti dilansir Republika pada Selasa (27/10).

Menurut Gus Hayid Islamofobia di Eropa memang semakin akut. Ini sekaligus menjadi tantangan bagi pendakwah tak terkecuali di indonesia untuk bisa mengkomunikasikan tentang ajaran dan nilai-nilai Islam yang sesungguhnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, salah satu faktor yang memicu lahirnya Islamofobia adalah pola-pola dakwah yang ofensif dan menggunakan kekerasan. Hal itu berdampak pada pandangan orang-orang di luar Islam yang menilai negatif terhadap Islam.

Meski Islamofobia semakin akut melanda Eropa khususnya Perancis, namun menurut Gus Hayid, kasus seperti apa yang dilakukan Charlie Hebdo sangat kecil kemungkinan terjadi di Indonesia. Sebab menurutnya selain karena Indonesia merupakan negara mayoritas Muslim, perangkat hukum di Indonesia cepat merespon berbagai hal yang dapat memantik reaksi umat Muslim. Meski begitu, Gus Hayid berharap Indonesia tetap mengantisipasi bibit-bibit yang dapat menyuburkan Islamofobia di Indonesia.

“Bangsa Indonesia harus antisipasi agar Islamofobia tidak muncul di kita. Harus terus dakwah Islamiyah kita dengan dakwah yang toleran, moderat, yang bijak seperti yang dicontohkan Rasulullah,” tandasnya. (ahn)

Spread the love

Comment here

Dakwah Nusantara

Dakwah Ramah, Dakwahnya Ahlusunnah wal Jama'ah an-Nahdliyyah