Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Artikel

Batas Akhir Sahur Imsak atau Azan Subuh? Berikut Penjelasannya

Bondowoso, Dakwah NU
Nampaknya masih banyak yang bingung mengenai batas akhir makan sahur di Bulan Ramadan. Apakah ketika terdengar seruan imsak atau bahkan ketika azan dikumandangkan.

Jurnalis narasinews.id mencoba mewawancarai Anggota Lembaga Dakwah PBNU, Ustaz Luthfi Khoiron untuk membahas hal tersebut. Mengingat banyaknya pertanyaan yang muncul.

Menurut Ustaz Luthfi Khoiron, jika kita merunut tradisi Rasulullah SAW, memang disunnahkan melakukan imsak (menahan diri dari makanan atau menghentikan makan). Waktunya kira-kira 10 menit sebelum azan subuh dikumandangkan.

Disebutkan dalam riwayat, kata dia, bahwa jarak antara sahur dan adzan subuh kurang lebih 10 menit. Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi keraguan terkait terbit tidaknya fajar. Namun hal demikian hanya merupakan bentuk kehati-hatian saja. Bukan aturan yang tidak boleh dilanggar.

“Andaikan seseorang tetap makan sahur sesudah imsak hingga sebelum adzan subuh, maka hal itu dibolehkan dan puasanya tetep sah. Dengan syarat ia menghentikan makan apabila adzan subuh berkumandang,” ujarnya dikutip Narasinews.id Selasa, (5/4/2022).

Sebab konon, lanjut dia, di zaman Nabi Muhammad SAW, ada dua kali azan. Pertama dikumandangkan Sahabat Bilal. Tujuannya agar orang yang masih terjaga dapat beristirahat dan yang tidur terjaga. Pada waktu ini, Rasul memerintahkan, “Makan dan minumlah kalian, hingga azan kedua kedua dikumandangkan Ibnu Ummi Maktum,” ujarnya.

Sementara azan kedua menandakan masuknya waktu Subuh. Yakni tepat ketika terbit fajar. “Dengan demikian menjadi jelas bahwa permulaan puasa terhitung sejak azan subuh. Bukan ketika seruan Imsak dikumandangkan,” tambahnya.

Ustaz Luthfi kemudian memberikan dalil yang diambil dari Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 187 yang berbunyi, ‘Dan makan minumlah kalian sehingga menjadi jelas bagi kalian perbedaan benang putih dan benang hitam.

“Kesimpulan saya, menyiapkan diri atau menahan dari makanan minuman 10 menit sebelum azan adalah bentuk kehati-hatian saja. Dan menyantap sahur di waktu itu Imsak juga tidak membatalkan puasa. Asal tidak melewati azan subuh,” pungkasnya.

Spread the love

Comment here