Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Bahas Keputusan PERMENDAGRI No. 77 Tahun 2020, Ini Kata NU-MU

Jakarta, Dakwah NU
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Muhammadiyah DKI Jakarta melakukan silaturahim dalam rangka mempererat ukhuwah persaudaraan sekaligus membahas keputusan PERMENDAGRI No. 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWNU DKI Jakarta KH. Samsul Ma’arif mengatakan bahwa memang PWNU dan Muhammadiyah juga protes ke Pemda, saat tahun 2017 tidak diberikan hibah. Namun, menurutnya, bukan hal itu yang menjadi permasalahan.

“Kami bersama Muhammadiyah, ga sendirian. Bukan itu sebetulnya, kami lebih mementingkan ukhuwah utnuk berkhidmat di Jakarta. Ingin bagaimana hubungan NU Muhammadiyah sama-sama berkomitmen jaga NKRI, yang betul-betul sangat diharapkan. Oleh karena itu bisa diskusi saling tukar pikiran,” ujar Kiai Samsul, Senin (8/11/21).

Beliau menegaskan jika NU dikasih ya alhamdulilah kalau ga ya tidak apa-apa. Tapi jika tidak dikasih, masa ormas besar-besaran ini tidak diperhatikan. Kiai Samsul menyebut, dirinya selalu memilih NU Muhammadiyah harus selalu bareng-bareng.

“Bahkan kemarin kamu mendatangi Mendagri tentang aturan tentang kita minta seperti apa ini apa pengecualian. Saya mencoba meminta Pemda membuatkan belum direspon. Artinya misalnya kan sama-sama ormas, itu bisa. Mengapa NU Muhammadiyah ndak bisa. MUI juga bisa. MUI itu PGRI bisa. Nah ini baru dibicarakan,” ujarnya.

Ke depan, beliau meminta Kemendagri mengundang ormas NU dan Muhammadiyah. Nantinya ini juga bisa menguatkan daerah juga bahwa terkendala peraturan.

“Kita sama-sama kalau ada hak ya alhamdulilah. Yang dipentingkan adalah bagaimana melakukan komunikasi ukhuwah terkait tukar pikir sama-sama berkhidmat untuk masyarakat DKI,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa NU akan belajar dari Muhammadiyah. Sebab Muhammadiyah merupakan ormas yang cukup kuat untuk bidang kemandirian, bangunan ada di mana-mana.

“NU satu gedung saja agak kesulitan. Mungkin apa trik rahasianya ya ingin belajar. Mengejar ketertinggalan,” jelasnya.

Beliau berharap, dengan kedatangan PWNU ke pihak Muhamadiyah, NU bisa mendapatkan pengalaman pengetahuan tentang bagaimana caranya mendirikan yayasan, rumah sakit dan sebagainya.

“Itu yang belum bisa kita lakukan. Mudah-mudahan bisa mencontoh kebaikan-kebaikan yang dilakukan Muhammadiya,” jelas Kiai Samsul..

Di samping itu, lanjutnya, pertemuan tersebut juga dimaksudkan untuk menguatkan hubungan secara organisasi. Misalnya di MUI, kalau sepakat nanti ke depan misalnya Ketumnya Muhammadiyah, sekjennya NU atau sebaliknya.

“Saya kira itu harus diikuti tidak hanya dilevel kepengurusan pusat, tapi di tingkat DKI harus mengikuti. Dilihat beberapa tahun terkahir masih agak mendominasi kelompok tertentu. Saya harap ke depan bisa bareng-bareng,” harapnya.

Sementara terkait dana hibah, pihak Muhamadiyah menyampaikan, dalam waku dekat pihaknya mengajak audensi kepada gubernur.

“Saya kira harus ada disahkan NU dan Muhammadiyah audensi ke pak Anis untuk menyamakan. Saya setuju abis ini kita buat surat audensi bersama, sebab di medsos sudah ramai. Kita tenang-tenang, di medsos sudah dikapling. Ini mestinya ga begini juga,” pungkasnya.

Spread the love

Comment here