Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Nasional

Abu Bakar Ba’asyir Bebas, Begini Pesan Kiai Masduki

Jakarta, DAKWAH NU
Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H. Masduki Baidlowi, memberikan satu pesan penting kepada Abu Bakar Ba’asyir, setelah terbebas dari narapidana terorisme.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, Kiai Masduki berpesan kepada Ba’asyir agar bisa menjadi warga negara baik, setia kepada Pancasila dan NKRI.

“Beliau akan menjadi warga negara yang baik, warga negara yang punya komAitmen dan kesetiaan terhadap ideologi negara, Pancasila, NKRI,” kata Masduki.

Sebelumnya, diketahui bahwa Abu Bakar Ba’asyir atau Ustadz Somad adalah seorang narapidana teroriseme, pemimpin Majelis Ulama Mujahidin Indonesia (MMI). Ia resmi dibebaskan dari Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (8/1/2021).

Dengan status warga negara yang dimilikinya, Kiai Masduki berharap agar Ba’asyir tetap sehat dan kembali berdakwah. Dakwah yang dimaksud bukan hanya terkait menjadi Islam yang taat, tapi juga bagaimana menjadi warga negara yang baik.

“Muslim yang baik artinya berikhtiar untuk menjadi muslim yang kaffah, warga negara yang baik artinya dia setia kepada ideologi negara, Pancasila, dan bentuk negara kesatuan NKRI,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ba’asyir dikabarkan akan menjalani program deradikalisasi di bawah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Direktur Penegakan Hukum BNPT, Brigjen Pol Eddy Hartono, menyebut deradikalisasi terhadap Ba’asyir telah diatur dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018 dan Peraturan Pemerintah Nomor 77/2019. Menurutnya, tim akan tetap menggandeng keluarga, lembaga permasyarakatan, Polri, dan Kemenag dalam menjalankan program deradikalisasi Ba’asyir.

Menanggapi hal tersebut, Kiai Masduki mengaku langkah yang ditempuh oleh pemerintah tersebut wajar.

“Wajar kalau dilakukan. Karena kalau dilakukan baik, tapi saya kira sesuai dengan tingkat dan pemahaman yang ada karena levelnya antara satu pihak dan pihak lain berbeda-beda,” imbuhnya mengakhiri. (fqh)

Kontributor: Fadhilla Berliannisa
Editor: Faqih Ulwan

Spread the love

Comment here