Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Internasional

Abi Agus Salim HS Berikan Tiga Pesan Ini Untuk Alumnus Al Azhar

Jakarta, Dakwah NU
KH Agus Salim HS, Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) merupakan satu satunya Mursyid Thoriqoh Syadziliyah di Wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan Jabodatabek, “dan Insya Allah Syekh Agus Salim ini Syekh Kabir, InsyaAllah. Beliau tidak menunjukan diri tapi maqomnya, maqom yang A’la (tinggi), InsyaAllah,” ujar Ketua Divisi Hubungan Luar Negeri LD PBNU KH Muhammad Nur Hayid usai Kiai Agus Salim memberikan pesan dan arahan untuk Alumnus Al Azhar.

Hal ini diungkapkannya ketika menggelar Diskusi Kemitraan dengan tajuk “Masa Depan Alumni Tadribudduat Al Azhar”, yang digelar hari Jum’at (22/1) malam. Kegiatan ini diikuti Kiai Agus Salim HS dan KH Tubagus Manshur (Katib PCINU Mesir) sebagai narasumber. Kiai Nur Hayid yang akrab disapa Gus Hayid ini mengucapkan rasa syukurnya karna Kiai Agus Salim mau membimbing, mendampinginya dan para alumni Al Azhar.

Menurutnya tugas perjuangan Alumnus tidak selesai hanya dikirim ke Al Azhar belajar selama dua bulan atau lebih “Tapi tugas kita adalah bagaimana kita mengaplikasikan, menerapkan, dan melanjutkan perjuangan dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dengan resolusi jihadnya,” ujar Kiai yang sudah Go Internasional ini.

“Lalu kemudian kita bersama sama belajar di al Azhar atas beasiswa yang diberikan PBNU, atas kerja sama PBNU dengan al Azhar agar kita dapat mengawal dan menerapkan Dakwah Islam Wasathiyah Ahlusunnah wal Jama’ah,” sambungnya mengungkapkan.

“Dulu NU sudah memberikan, sekarang NU memanggil.” Presiden sudah mengetuk bahwa semua Dai harus dibekali dengan anti radikalisme. Oleh karena itu dibutuhkan para dai yang tersebar di seluruh NUsantara, “Dan lembaga yang dapat mengcover itu adalah Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), karena LD PBNU tidak hanya di jakarta, melainkan hadir di semua wilayah indonesia sampai tingkat MWC,” lanjutnya menerangkan.

Maka sebagai Alumni Tadribudduat punya kewajiban sendiri untuk masuk ke setiap kepengurusan di tiap tingkatan untuk memastikan dakwah Islam Wasathiyah seiring dengan perjalanan kepentingan bangsa dan negara, agar Islam semakin terjaga dan damai dan tidak mengkafirkan kafirkan orang lain. Pesan Gus Hayid kepada Alumnus.

Pesan Abi Salim HS kepada Alumnus Al Azhar
Abi, begitu akrab sapaanya mengingatkan bahwa agama Islam itu agama universal, agama paripurna, agama yang sangat luas sekali. Allah SWT berfirman “Dialah Allah yang telah mengutus seorang Rosul ditengah kaum yang umiyyin buta huruf yang jahiliyyah untuk membacakan ayat ayat Allah dan memurnikan jiwa jiwa mereka serta mengajarkan AL Quran dan hikmah,” ujar Abi Salim mengutip Firman Allah QS al-Jumu’ah:2.

Hikmah yang dimaksud adalah ‘ilman nafian atau ilmu yang manfaat atau ilmu tasawuf. Wainkana min qoblu lafidholalimmubin Dulu mereka sangat sesat jadi ayat tersebut menunjukkan bahwa terdapat paradigma dalam memahami Agama Islam sebagai agama yang kaffah. Karena dalam Islam terdapat beberapa komponen yang bagi umat Islam harus paham dan mengamalkannya. “Kalau bukan Nahdlatul Ulama ya mungkin ndak paham,” tutur Abi menjelaskan.

Komponen yang dimaksud adalah komponen Aqidah, Syariat, dan Tasawuf. “Kalau kita berbicara dari perspektif (Pertama) Aqidah, dalam asepek ketauhidan Laillahaillah berawal dari keberadaan Nabi Muhammad di Kota Mekah. Secara teologi, kaum Quraisy menganut paganisme yang menganut penghambaan diri kepada benda mati dan mempengaruhi sosio-cultural,” terang Abi.

Oleh karena itu, Rasulullah diutus untuk memurnikan jiwa mereka, diajak untuk mengenal Allah. Inilah misi dakwah Rasulullah. Selama 23 tahun berjuang, Nabi Muhammad berjuang 13 tahun dan 10 tahun. Waktu yang singkat Rasulullah telah berhasil menanamkan aqidah di tengah tengah kaum kafir yang kuat memegang prinsip nenek moyang. Fakta sejarah harus diakui oleh lawan dan kawan. Semangat dan keikhlasan Rasulullah yang menyebabkan Islam menyebar ke seluruh dunia.

Kedua adalah pespektif syariat. Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Mulai dari hukum, agama yang menciptakan keadilan, kemakmuran, dan tolong menolong. Semuanya diatur di syariat Al Quran hadist tafsir fiqh nahwu shorof tajwid mantik bayan dll. Kalau kita kaji semuanya belum tentu bisa dikaji dengan waktu yang singkat.

Ketiga, berbicara perspektif tasawuf yaitu berkaitan masalah bathin, bagaimana mengatur dan mengelola hati, bagaimana membersihkan hati yang kotor. Tasawuf tidak hanya masalah ritual, terlebih dari itu, merupakan misi kemanusiaan, pelengkap misi Islam secara holistik, bagaimana  perilaku umat Islam sehari hari, umat Islam selalu memakai pola tawasuth, tawazun, oleh NU dijadikan sebagai landasan etika sosial.

“Agama tidak hanya syariat saja, karena bisa kaku. Syariat diibaratkan sebagai atap. Apabila atapnya saja yang mewah pondasinya rapuh maka rumah akan roboh. Demikian juga, maraknya kelompok yang melekatkan umat Islam kepada aksi kekerasan, teroris, intimidasi. Maraknya aksi tersebut menunjukkan bahwa etika Islam telah jauh sekali lepas dari kebiasaan beragama,” ujar Syekh Salim begitu ia akrab disapa oleh Alumnus Al Azhar.

Hal ini penting bagi para Dai para pendakwah. Menurut Abi, Dakwah adalah tugas suci. Dakwah adalah tugas yang diemban oleh para Rasul dan pewaris risalah kenabian. NU sebagai pemangku nilai keislaman otentik. Waman tafaqqaha falam tasaffaha faqat tabasam atau as syariatu bilal haqiqah al adilah kebalikannya walhaqiqat bila syariah wa adilah.

Jadi semuanya harus beriringan. Pendakwah harus menyuarakan bahwa Islam adalah agama kaffah. “Dan saya yakin apalagi para Du’at yang sudah punya jam terbang jauh, para alumni du’at, walau 2, 3 bulan, sudah menyandang gelar Al Azhari. Yang penting semangat berjuang. Ingat slogan Kiai Hasyim Asyari yang telah mengumandangkan resolusi jihad. Semangat resolusi jihad harus tetap kita gelorakan walau di ranah berbeda yaitu dengan berdakwah, bil lisan bil hal dan segala macam,” ujar Mursyid Thoriqoh ini mengingatkan.

“Saya atas nama LDNU apresiasi kepada terutama Kiai Nur Hayid yang punya inisiatif kita bersilaturahim. Dan gak lama lagi dunia semoga terbebas dari Corona. Ujian ini adalah bentuk kecintaan Allah. Sesuai firmanNya Sesungguhnya Allah itu ketika mencintai suatu kaum, maka Allah uji mereka, ketika mereka ikhlas sabar ridhlo, maka Allah pun akan ridhlo, dan ketika mereka banyak mengeluh marah marah pasti Allah sama. Mudah mudahan kita orang orang yang sabar dan senantiasa mendapat lindungan Allah,” tandas Abi mengakhiri. (fqh)

Spread the love

Comment here