Dakwah NUsantara

Merupakan Sebuah Media Lembaga PBNU yang bergerak di bidang dakwah untuk mensyi'arkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. sebuah portal berita yang mensyi'arkan Dakwah yang Ramah serta menyajikan informasi yang menarik bagi Da'i Seluruh Indonesia dan Dunia.

Hikmah

‏Virus Corona Wabah Penyakit Yang Membawa Banyak Korban

‏Virus Corona Wabah Penyakit Yang Membawa Banyak Korban
Oleh: Dr. KH. Moch. Bukhori Muslim, Lc

Dalam kitab-kitab tarikh, diceritakan bahwa pada masa Umar bin Khatab pernah terjadi wabah penyakit yang disebut ‘Amwas. Korban wabah penyakit pada waktu itu mencapai 25 ribu orang. Bahkan beberapa sahabat Rasulullah SAW juga terkena wabah tersebut, seperti Abu Ubaidah bin jarrah dan Muadz bin Jabal, Radhiyallahu ‘anhum.

Ketika Umar bin Khatthab hendak memasuki kota Syam (sekarang masuk wilayah Suriyah) untuk sebuah urusan, ternyata mendapatkan kabar bahwa di wilayah tersebut sedang mengalami wabah penyakit yang mematikan. Umar bin khaththab sebagai khalifah mengajak bermusyawarah para pembesar sahabat untuk memutuskan apakah dilanjutkan perjalanan untuk memasuki Syam atau kembali ke Madinah. Akhirnya Umar memutuskan untuk kembali ke Madinah. Hal itu didasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa  Nabi Muhammad SAW juga pernah memperingatkan umatnya jangan berada dekat wilayah yang sedang terkena wabah.

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Artinya: “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR. Bukhari)

Walaupun demikian ada seorang sahabat bernama Abu Ubaidah bin Jarrah yang menentang Umar karena dianggap lari dari taqdir Allah SWT. Namun demikian Umar bin Kaththab menjawab dengan tegas, justru kita lari dari taqdir untuk menuju taqdir Allah SWT yang lain. Umar bin Khaththab menganalogikan bahwa jika ketika kita menggembala unta, lalu ada rumput hijau dan ada rumput yang kering, maka kita pasti memilih rumput yang hijau. Oleh karena itu keputusan untuk tidak melanjutkan perlajan ke Syam merupakan bentuk tawakal kepada Allah SWT bukan lari dari Taqdir Allah SWT.

Wabah Penyakit juga pernah terjadi pada Jaman Nabi Muhammad SAW. Hal ini bisa dipahami dari  beberapa hadits, diantaranya:

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

لاَ تُدِيمُوا النَّظَرَ إِلَى الْمَجْذُومِينَ

Artinya: “Jangan kamu terus menerus melihat orang yang menghidap penyakit kusta.” (HR. Bukhori)

Hadits ini menunjukkan hukum bahwa pada jaman Nabi Muahmmad SAW sudah pernah ada wabah penyakit. Sehingga Rasululah SAW melarang orang yang sehat untuk berdekatan dengan orang yang telah terkena penyakit.

Pada hadits yang lain, Rasulullah SAW mengajarkan agar memohon pertolongan kepada Allah dan senatiasa berdoa agar mendapat perlindungan dari Allar SWT agar terhindar wabah penyakit yang mematikan.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الأَسْقَامِ

Artinya: “Ya Allah, aku mencari perlindungan kepada Mu dari kusta, kegilaan, lepra, dan penyakit jahat. (HR. Abu Daud).

Hadis ini menunjukkan pada jaman Nabi SAW sudah pernah ada beberapa macam wabah penyakit yang mematikan, seperti lepra dan kusta. Sehingga Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memohon perlindungan kepada JAllah SWT yang Maha kuasa atas segala sesuatu.

Ternasuk wabah Corona yang telah melanda lebih dari 25 negara di dunia. Dan korbannya telah mencapai puluhan ribu orang. Menurut kabar, virus corona ini ditemukan pertama kali di sebuah pasar di Wuhan, Cina. Pasar tersebut menawarkan berbagai macam binatang haram dikonsumsi seperti Katak, kelelawar dan ular.

Dalam ayat al-Qur’an telah disebutkan binatang katak:

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ ٱلطُّوفَانَ وَٱلْجَرَادَ وَٱلْقُمَّلَ وَٱلضَّفَادِعَ وَٱلدَّمَ ءَايَٰتٍ مُّفَصَّلَٰتٍ فَٱسْتَكْبَرُوا۟ وَكَانُوا۟ قَوْمًا مُّجْرِمِينَ

Artinya: “Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.”

Katak pernah menjadai tentara Allah SWT untuk mengingatkan manusia yang sombong agar kembali bertaubat kepada Allah SWT.

Dalam hadis, Rasulullah SAW pernah bersabda:

عن عبدِ اللهِ بنِ عمرو بنِ العاصِ أنه قال : لا تقتُلوا الضَّفادِعَ فإنَّ نقيقَها تسبيحٌ ، ولا تقتلوا الخُفَّاشَ ، فإنه لما خرِبَ بيتُ المقدسِ قال : يا ربِّ سلِّطْني على البحرِ حتى أغرقَهم

Artinya: “dari Abdullah bin ‘Amr, ia berkata: “Janganlah kalian membunuuh katak, karena suaranya adalah tasbih. Jangan pula membunuh kelelawar, karena ketika Baitul-Maqdis roboh, ia berkata: ‘Ya Allah, berikanlah kekuasaan kepadaku atas lautan hingga aku dapat menenggelemkan mereka.” (HR. Al-Baihaqi)

Menurut madzhab Syafi’i, binatang yang dilarang membunuh maka hukum mengkonsumsinya adalah juga haram. Karena secara akal, jika binatang yang boleh dikonnsumsi harus disembelih dahulu, maka binatang yang dilarang dibunuh, maka tidak boleh di makan, karena tidak mungkin dimakan, dibunuh saja tidak boleh.

Kesimpulan
Munculnya wabah virus ini memberikan pelajaran bagi kita:

  1. Orang Islam wajib menjaga kebersihan karena kebersihan dan kesucian merupakan bagian besar dari syariat Islam. Misalnya shalat tidak sah kalau tidak bersuci. Bahkan kalau kita mengkaji kitab-kitab fikih, maka setiap pembahasan yang paling pertama adalah bab kebersihan/ thaharah. Ini menunjukan bahwa orang Islam wajib menjaga kebersihan dan kesucian.
  2. Harus menjaga makanan yang halal dan tayyib. Makanan haram akan merusak.
  3. Dari asek keimanan, ada virus corona yang sangat kecil mampu menumbangkan orang yang besar, maka menunjukkan betapa lemahnya manusia. Maka harus meminta dan berdoa agar mendapat perlindungan dari Allah SWT dari segala macam bahaya, sebala macam peyakit dan musibah. Hanya Allah SWT, adalah dzat yang memberikan kesembuhan dan kesehatan.

*Penulis adalah Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU dan Dosen Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Abdus Saleh Radai
Spread the love

Comment here